Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Wanita Wajib Lakukan Pemeriksaan Tes Pap Smear Sebelum Tekena Kanker Leher Rahim

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Pemeriksaan Tes Pap Smear Sebelum Tekena Kanker Leher Rahim

pemeriksaan tes pap smear

Sahabat Pandawa, menjaga kesehtan dari dini lebih baik, seperti pepatah bilang “sedia paying sebelum hujan”. Setiap orang tentunya tidak akan menginginkan sakit di dalam tubuhnya. Akan tetapi, sakit yang biasanya berbahaya bagi wanita yaitu kanker serviks merupakan jenis kanker yang ganas nomor dua. Untuk itu, biasanya pemeriksaan pap smear dapat Anda lakukan sebagai langkah yang preventif mencegah penyakit mematikan ini.

Pemeriksaan ini untuk menguji kanker serviks pada kaum wanita. Pemeriksaan tes pap smear dapat mendeteksi sel-sel abnormal pada serviks yang merupakan langkah pertama dalam menghentikan kemungkinan pertumbuhan kanker serviks itu sendiri. Anda perlu mengetahui bahwa pemeriksaan yang positif tidak selalu berarti Anda mengalami kanker serviks. Namun, itu berarti Anda akan memerlukan pengujian tambahan untuk menentukan jenis sel abnormal yang ada dan jika seorang perempuan memerlukan perawatan selanjutnya. Terutama jika hanya sel serviks normal yang ditemukan, Anda akan memerlukan atau menguji lebih lanjut hingga pemeriksaan tes pap smear dan pemeriksaan panggul berikutnya.

Apa itu Pemeriksaan Tes Pap Smear?

Pemeriksaan pap smear merupakan sebuah pemeriksaan mengenai keadaan sel-sel serviks (leher rahim) dan vagina. Pemeriksaan tes pap smear ini dianjurkan untuk melakukan secara berkala, untuk wanita yang sudah pernah berhubungan seksual. Selain untuk menilai kesehatan organ kewanitaan pada tingkat seluler, juga dapat upaya untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. Pap smear juga dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kelainan pada jaringan serviks, misalnya dysplasia serviks.

Fungsi Melakukan Tes Pap Smear

Fungsi tes pap smear adalah untuk menentukan kesehatan leher rahim (serviks) atau menemukan perubahan abnormal pada sel-sel leher rahim. Hal ini direkomendasikan untuk semua wanita untuk memeriksa kesehatan leher rahim secara rutin menjalani tes Pap teratur. Dengan demikian teratur dan berkala, semua penyakit serviks dapat dideteksi dini dan dapat diobati sebelum situasi serius dan sulit untuk mengobati.

Jadwal Pap tes setiap wanita bisa berbeda dari satu ke yang lain tergantung pada hasil konsultasi dengan dokter, usia dan resiko wanita dari leher penyakit rahim.Pada setiap wanita di atas 30 tahun , tes Pap smear dilakukan bersamaan dengan tes HPV juga, karena di usia ini wanita pada peningkatan risiko penyakit serviks disebabkan oleh HPV (human papilloma virus). Biasanya juga dilanjutkan dengan suntikan vaksin untuk virus Mencegah HPV.

Dengan melakukan tes Pap teratur, Anda dapat mendeteksi risiko kanker serviks (kanker leher rahim) anterior. Namun, uji tes Pap tidak cukup untuk mendeteksi semakin di kelainan yang ditemukan di leher rahim, penelitian lebih lanjut diperlukan melalui pengujian kolposkopi (Colposkopy).

 

Siapa Yang Boleh Melakukan Test Ini

Idealnya semua kaum wanita yang menjalani tes ini untuk mendeteksi kanker serviks. Dokter biasanya menyarankan untuk melakukan tes pertama kalinya pada usia 21, atau setidaknya ketika aktivitas seksual dimulai. Apalagi, jika Anda telah merasakan berbagai gejala kanker serviks.

Kemudian, waktu yang tepat untuk mengulang pap smear secara rutin ialah setiap tiga tahun sekali sampai menginjak usia 65 tahun. Pemeriksaan untuk wanita yang di atas 30 tahun idealnya ialah setiap 5 tahun sekali. Apabila pemeriksaannya dibarengi dengan tes HPV (Human Papillomavirus). Akan tetapi, jika Anda tergolong berisiko tinggi, Anda mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan tes ini lebih sering sesuai usia Anda.

Seorang wanita akan mengatakan probabilitas tinggi mengembangkan kanker serviks jika Anda memiliki faktor risiko. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks, antara lain:

  • Memiliki didiagnosis dengan kanker serviks, atau hasil pengujian di atas deteksi menunjukkan adanya pertumbuhan sel-sel pra-kanker.
  • Paparan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Terinfeksi virus HPV.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau yang sedang menggunakan obat kortikosteroid untuk waktu yang lama.

Ada beberapa kondisi kesehatan menguji lebih sering skrining juga dianjurkan. Kondisi kesehatan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan tes Pap rutin wanita yang positif HIV, dan wanita dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Namun, penyakit seperti kanker ovarium, klamidia, gonore, trikomoniasis, sifilis, herpes genital, dan sindrom ovarium polikistik tidak dapat dideteksi oleh tes.

 

Waktu yang Ideal untuk Melakukan Pemeriksaan

Ada beberapa factor yang menyebabkan hasil tes pap smear akurat. Salah satunya, yaitu menstruasi, saat menstruasi maka darah dan jaringan rahim akan menganggu hasil tes-nya. The American Cancer Society mengatakan, waktu yang terbaik untuk melakukan pemeriksaan tes pap smear ini dari satu hingga dua minggu setelah menstruasi selesai atau lima hari sebelum priode menstruasi dimulai.

Jika siklus haid tidak teratur, konsultasikan hal ini dengan dokter secepatnya. Dokter kemudian akan menyusun ulang kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes ini, atau saat peluruhan darah haid pasien ringan sehingga memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan tes pap smear.

Cara Membaca Hasilnya

Ada dua kemungkinan dari hasil tes ini, yaitu normal atau tidak. Berikut penjelas dari masing-masing hasilnya, yaitu:

  • Negatif (Normal)

Tes Pap negatif adalah berita baik. Jika Anda tidak memiliki pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim, alias negatif kanker serviks. Oleh karena itu, tes negatif juga disebut hasil tes normal. Namun, ini tidak berarti Anda tidak perlu mengikuti tes lagi. Anda masih harus melakukan tes skrining sekitar tiga tahun kemudian. Hal ini karena sel-sel kanker dapat tumbuh sangat lambat.Itu mengapa tes ini harus diulang secara berkala untuk memantau perkembangan sel-sel kanker.

  • Positif (Tidak Normal)

Jika hasilnya positif, alias tidak normal, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, itu bisa menjadi positif didiagnosis dengan kanker serviks. Kemungkinan kedua adalah terjadi peradangan atau perubahan sel hanya kecil (displasia). Untuk memastikan bahwa Anda memiliki kanker atau tidak, dokter akan melakukan tes Pap sekali lagi beberapa bulan kemudian. Bahkan ketika tidak diperlukan pengujian lebih lanjut akan ditentukan oleh hasil tes Pap melakukan ini. Ketika hasilnya masih normal, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan penelitian tambahan untuk menentukan tahap tahap kanker serviks. Penelitian lebih lanjut lebih banyak bukti kolposkopi untuk melihat daerah vulva, vagina dan serviks dengan alat pembesar khusus.

Dimana Dapat Periksa Tes Pap Smear?

Shabat Padawa, jika Anda mengalami gangguan pada leher rahim sebaiknya melakukan pemeriksaan tes pap smear. Klinik Pandawa dapat melakukan tes pap smear dan memiliki dokter yang professional. Klinik Kami mempunyai fasilitas yang lengkap tidak hanya untuk melakukan pemeriksaan tes ini. Jika Anda memiliki riwayat  penyakit kelamin lainnya dapay berkunjung ke Klinik kulit dan kelamin yang duah terkenal di Jakarta.

Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan tes pap smear dapat BERKONSULTASI ONLINE GRATIS dengan dokter kami di nomor telepon 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) dan klik layanan konsultasi untuk berkonsultasi online dengan dokter kami secara gratis.