Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Wanita Harus Tahu, Haid Yang Tidak Teratur Bisa Mempengaruhi Hormon Estrogen

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

hormon estrogen

Hormon tubuh manusia wajib bekerja dengan seimbang agar dapat bekerja sebagaimana mestinya. Saat jumlah mereka yang tidak seimbang, maka kamu alami beberapa masalah pada kesehatan. Salah satunya, hormone indentik dengan wanita ialah hormon estrogen, karena rata-rata wanita mempunyai kadar hormon estrogen yang lebih tinggi daripada laki-laki.

Pada wanita yang hormon estrogennya membantu mulai berkembang saat seksual. Bersamaan dengan hormone seks wanita yang lainnya dikenal dengan progestrogen, hormone ini mengatur siklus menstruasi wanita dan mempengaruhi seluruh sistem reproduksi. Untuk waniya premenopause, hormon estrogen dan progesterone bervariasi dari satu tahap siklus datang bulan ke tahapan lainnya. Bila hormone estrogennya berlebihan, maka akan berbahaya.

Ada banyak fungsi hormon ini dalam tubuh manusia, dari mengatur kinerja sistem reproduksi untuk mendukung organ janin uterus. Hormon estrogen ini dikenal dengan nama esradiol, estriol, serta estrol. Hormone estrogen banyak yang buatan biasanya digunakan pada perawatan pengganti hormone dan KB hormonal, seperti pil KB serta KB suntik.

Baca juga : Awas Gangguan Testosteron Dapat Turunkan Hasras Seksual, Kenali Penyebabnya

Fungsi Hormon Estrogen di Dalam Tubuh

Hormone estrogen ialah diproduksi akibat kelenjar adrenal dalam jumlah yang kecil. Pada laki-laki, hormone ini diperoduksi oleh testis. Sedangkan pada wanita, hormone ini dihasilkan karena ovarium. Namun ketika hamil, wanita lebih banyak dapatkan hormone ini dari plasenta ataupun ari-ari.

Di dalam tubuh wanita, hormone ini tak selalu di prosuksi dalam jumlah yang sama. Pada masa-masa tertentu, produksi hormon estrogen ini bisa meningkat ataupun menurun. Ini berkaitan dengan fungsi estrogen hormonal yang mengatur sistem reproduksi wanita.

Berikut ini ialah beberapa fungsi estrogen di dalam tubuh waniya, yaitu:

Mulai kendalikan siklus Haid

Selama masa pubertas (usia 9 hingga 14 tahun), hormon estrogen sangat berperan penting untuk perubahan fisik yang alami bagi seorang wanita, seperti tumbuhnya payudara dan rambut di kemaluan, serta memulai dan mengendalikan siklus haid.

Saat menginjak usia subur ataupun produktif (usia 15 sampai 49 tahun) produksi hormon estrogen wanita sangat meningkat di masa haid. Pada masa0masa ini, hormone berperan untuk menebalkan lapisan rahin dan mematangkan sel telur yang siap dibuahi.

Bila tak terjadi pembuahan, maka sel telur ini akan dikeluarkan melalui proses hais ataupun hormon ini yang akan menurun ke kadar normal. Naik turunnya produksi hormon ini akan berulang selama wanita tidak menopause.

Saat hamil, tubuh wnaita akan lebih banyak memproduksi hormone ini. Masa-masa ini hormone akan mempunyao peran yang sangat penting, yakni:

  • Menjaga dan mempertahankan kekuatan rahim
  • Menunjang perkembangan organ tubuh janin
  • Membantu pertumbuhan kelenjar ataupun saluran susu supaya mendukung proses menyusui
  • Menyalurkan nutrisi yang dikonsumsi ibu hamil ke janin

Dampak Hormon Estrogen

Tak hanya itu, meningkatnya hormone ini selama masa kehamilan akan berdampak pada munculnya gejala kehamilan, seperti mengalami mual serta payudara akan menjadi besar. Hormone ini juga diduga bisa sebabkan ibu hamil mendengkur saat kehamilan. Hormone ini juga sebabkan kulit lebih cerah selama masa kehamilan. Dalam beberapa waktu setelah persalinan, kadar hormon ini dalam tubuh akan kembali menjadi normal.

Tak berbeda jauh dengan wanita, hormone ini juga sangat berperan untuk sistem reproduksi yang lain agar memproduksi sperma dan membantu fungsi hormone testoteron dalam mengendalikan libido. Selain itu, untuk pria atauoun wanita, hormone ini mempunyai peran penting dalam mengatur metabolisme dan kesehatan sejumlah organ, seperti jantung, otak, serta tulang. Oleh sebab itu, beberapa studi menunjukkan bahwa wanita akan lebih berisiko terkena osteoporosis dan penyakit kardiovaskular setelah memasuki masa menopause.

 

Ciri-ciri Gangguan Hormon

Rendahnya produksi hormon estrogen pada wanita yang belum masuk dalam masa pubertas atau mengalami menopause normal. Tetapi jika rendahnya kadar estrogen dalam tubuh dialami oleh perempuan usia produktif, ini mungkin masalah kesehatan ini.

Pada wanita, tingkat estrogen rendah dapat ditandai dengan munculnya gejala dalam bentuk:

  • Sakit kepala.
  • Tubuh menjadi capek.
  • Vagina menjadi kering, sehingga hubungan seksual tak jadi nyaman.
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan berhenti.
  • Sensasi panas tiba-tiba muncul di dada, leher atau wajah.
  • mati rasa di dada.
  • Gangguan psikologis, suasana hati yang berubah dengan mudah atau depresi.

Sementara pada pria, estrogen hormon rendah dalam tubuh dapat menyebabkan gejala dalam bentuk menurunnya hasrat seksual dan penumpukkan lemak yang berlebihan di perut.

Jika Kamu merasakan gejala-gejala ini pada usia muda atau sebelum menopause, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan manipulasi yang benar jika perlu. Jika tidak diobati, kadar estrogen yang rendah dapat menyebabkan infertilitas atau infertilitas.

Untuk mengatasinya, dokter dapat menyediakan obat pengganti estrogen hormonal. Selama perawatan, Kamu harus selalu secara sistematis mengendalikan dokter sehingga kadar hormon dapat dipantau. Memang, kadar estrogen yang terlalu tinggi tidak baik dan dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker payudara.

 

Mengatasi Hormon Estrogen di Klinik Pandawa

Jika hormon estrogen kamu terganggu kamu dapat melakukan pemeriksaan karena untuk wanita akan sangat terganggu reproduksi kewanitaannya. Terlebih lagi kamu sedang melakukan hubungan seksual. Hormone ini sangat penting bagi keduanya. Kamu dapat melakukan pemeriksaat terlebih dahulu di Klinik Pandawa. Klinik Kami tidak hanya melakukan pengobatan ini, tetapi dapat penyakit kelamin yang lainnya.

Kamu dapat menghubungi kami melalui nomor 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) atau kamu bisa terlebih dahulu Konsultasi Online Gratis. Kami akan sangat menjaga kerahasiaan kamu untuk melakukan pengobatan di Klinik Pandawa.