Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Tag: herpes di bibir

Penyebab Herpes di Bibir

Penyebab herpes di bibir terjadi akibat virus herpes kelamin tipe 1 (HSV-1), berbeda dengan virus herpes kelamin tipe 2 (HSV-2). Kedua tipe virus ini menyebabkan munculnya luka yang berwarna kemerahan dan menimbulkan rasa yang sangat sakit atau perih.

Herpes kelamin ini penyakit menular seksual dan lukanya bisa tidak terlihat sekalipun untuk itu, jika Anda mendapatkan kondisi seperti sebaiknya periksa ke dokter dengan segara agar tidak mengalami komplikasi yang serius. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penularannya, ialah:

  • Berciuman dengan penderita herpes di bibir atau labialis
  • Menggunakan peralatan kosmetik yang sama
  • Menggunakan peralatan makanan secara bersamaan
  • Seks oral dengan penderita herpes labialis
  • Jangan menggunakan sikat gigi dengan orang yang sedang terjangkit herpe di mulut.

Virus herpes di bibir ini tidak bisa benar-benar hilang dari badan yang sedang mengalami kondisi ini. Bahkan, kemungkinan terjadinya infeksi ini akan muncul kembali, terutama, ketika Anda sedang mengalami sistem imun Anda tidak stabil atau lemah. Katakan saja sedang mengalami kondisi sakit, kelelahan, ataupun stres berat.

Beberapa kondisi yang mudah menyebabkan reaktivasi virus herpes kelamin adalah:

  • Demam
  • HIV/AIDS
  • Menstruasi
  • Luka bakar parah
  • Eksim
  • Kemoterapi
  • Masalah gigi

Gejala Herpes di Mulut

Gejala herpes di bibir atau mulut biasanya timbul dalam jangka waktu 1-3 minggu sesudah terinveksi virus (masa inkubasi virus). Gejala ini timbulnya beragam, namun sebagian orang akan mengalami sariawan di bibir untuk pertama kalinya virus ini menyerang.

Gejala herpes di bibir atau mulut biasanya ciri-cirinya, antara lain:

  • Akan merasakan gatal dan kesemutan dibagain area luka atau terinfeksi
  • Munculnya luka lepuh atau lenting-lenting kecil seperti sariawan di mulut. Luka lepuh ini bisa pecah dan mengering dalam jangka waktu 6 hari.
  • Dalam beberapa masalah, luka akan menyebar secara luas di area gusi, lidah, langit-langit, bahkan di bagian dalam bibir.
  • Sebagian orang, herpes ini dapat memicu gejala yang lain, seperti sakit dibagian otot, demam, sakit kepala, kecapean, pembengkakan kelenjar getah bening, serta rasa sakit saat menelan.

Herpes di bibir bisa sembuh tetapi virus herpes tidak hilang secara total. Setelah tanda-tanda infeksi menghilang, virus ini akan tinggal di jaringan saraf tulang belakang, dalam kondisi tidur ataupun nonaktif serta bisa kembali aktif ataupun kumat sewaktu-waktu saat Anda sedang stres atau menderita cedera fisik.

 

Bagaimana Pengobatannya?

Nah, Sahabat Pandawa sudah tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasi herpes di bibir? Untuk Anda yang mempunyai masalah penyakit herpes di bibir seperti sariawan lebih baik segera periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Segera atasi sebelum terlambat.

Anda juga dapat mengunjungi KLINIK PANDAWA untuk berkonsultasi dengan dokter Kami. Kami mempunyai dokter yang sudah berpengalaman dan professional dalam mengatasi penyakit menular seksual atau penyakit lainnya. Tidak hanya penyakit kelamin saja tetapi dapat mengatasi penyakit kulit.

Bila Sahabat Pandawa sedang mengalami kondisi herpes di bibir atau penyakit menular seksual lainnya maka dapat melakukan konsultasi online secara gratis dengan dokter kami. Silakan klik tautan ini “KONSULTASI ONLINE GRATIS”. Kamu juga bisa mengontak kami secara langsung lewat Whatsapp atau nomor berikut 0821-1141-0672/ 021-62313337. Segala rahasia medis terjamin. Kami tunggu kamu di KLINIK PANDAWA