• Bartholinitis

Peradangan pada salah satu kelenjar Bartholin. Kelenjar tersebut berada pada kedua sisi bukaan vagina. Berukuran kurang-lebih sebesar kacang polong, kelenjar ini bekerja dengan mengeluarkan cairan yang berfungsi sebagai pelumas ketika wanita berhubungan seks.

Bartholinitis dapat diawali dengan pembentukan kista Bartholin terlebih dahulu. Kista ini timbul akibat infeksi, pembengkakan, ataupun produksi lendir yang terlalu kental dan menyumbat keluarnya cairan pelumas yang diproduksi oleh kelenjar tersebut. Makin banyak cairan yang menumpuk, kista dapat bertambah besar.

Kista Bartholin biasanya tidak bergejala jika masih berukuran kecil. Kista baru menyebabkan gejala bila makin membesar atau terinfeksi (disebut sebagai Bartholinitis atau Abses Bartholini). Gejala yang timbul dapat berupa rasa mengganjal atau nyeri di sekitar organ kewanitaan, demam, hingga keluar cairan dari kista tersebut.

  • Herpes Genital

Herpes genitalis adalah infeksi yang disebabkan Herpes Simplex Virus (HSV). Namun kebanyakan orang yang terkena HSV tidak mengalami gejala secara langsung ketika pertama terinfeksi. Bahkan gejala mungkin tidak muncul hingga setahun. Akibatnya, banyak orang tidak sadar telah terinfeksi.

Saat herpes genital muncul untuk pertama kali, gejala yang timbul berupa lepuh kecil yang meninggalkan luka merah terbuka di sekitar organ intim, liang dubur, paha dan bokong. Pemeriksaan dalam organ kelamin wanita kadang menemukan adanya bisul di bagian serviks. Selain itu timbul rasa sakit ketika buang air kecil, serta demam.

Gejala-gejala ini biasanya berlangsung hingga beberapa hari. Namun akan hilang dengan sendirinya, termasuk luka yang akan kering tanpa meninggalkan bekas.

Meski begitu, bukan berarti infeksi HSV telah benar-benar hilang. Saat itu virus hanya menjadi tidak aktif, dan sangat umum untuk kembali aktif serta menyebabkan kembalinya herpes genital.

Jika kambuh, gejala yang muncul biasanya lebih ringan dari episode pertama. Hal tersebut dikarenakan tubuh telah menghasilkan antibodi pelindung sebagai reaksi terhadap infeksi sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, kekambuhan akan makin jarang dan bahkan bisa hilang pada beberapa orang.

Karena disebabkan oleh infeksi HSV, penyakit kelamin wanita ini termasuk kategori penyakit yang menular. Virus bisa menular dan menyebar melalui kontak kulit ke kulit, seperti hubungan seksual, dan ciuman. Nah, tiap kali HSV terdapat pada permukaan kulit seseorang, maka ia dapat menularkannya ke orang lain.

Selain itu, virus juga dapat menular melalui kulit lembap yang melapisi alat kelamin, anus, dan mulut. Dan dalam beberapa kasus, seseorang juga mungkin terinfeksi dengan menyentuh mata dan kulit.

Meski demikain, jangan sampai virus ini membuatmu menjauhi penderitanya. Karena virus ini tidak menular melalui benda, handuk, dan sendok.

BACA JUGA

Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh di luar kendali. Kebanyakan kanker leher rahim disebabkan oleh virus yang disebut Human Papilloma Virus atau HPV. Seseorang bisa tertular HPV lewat kontak seksual dengan orang yang sudah memiliki virus tersebut.

Sebenarnya HPV memiliki banyak jenis, dan tidak semuanya menyebabkan kanker ini. Beberapa menyebabkan kutil kelamin, tetapi jenis lain mungkin tidak menimbulkan gejala apapun.

Untuk meminimalkan risiko, seorang wanita sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Jika ada perubahan dalam sel-sel leher rahim, perkembangannya dapat dicegah sebelum berubah menjadi kanker. Karena sebagian besar kanker serviks menjadi berbahaya akibat penanganan yang terlambat.

Penanganan yang terlambat sering terjadi karena kanker ini jarang menunjukkan gejala. Tapi seseorang mungkin memiliki gejala saat terjadi perubahan sel yang mulai tumbuh menjadi kanker serviks. Seperti perdarahan pada bagian vagina secara tidak normal atau di luar periode menstruasi, sehabis berhubungan seks, maupun setelah menopause.

Timbulnya rasa sakit di perut atau panggul, sakit saat melakukan hubungan seks, serta keputihan yang tidak normal bisa pula menjadi gejala kanker ini.

  • Radang Panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Radang panggul atau disebut juga pelvic inflammatory disease (PID) tergolong salah satu penyakit kelamin wanita yang berbahaya. PID terjadi akibat adanya infeksi pada organ sistem reproduksi wanita, termasuk rahim, indung telur, tuba falopi, dan leher rahim. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia.

Gejala penyakit awalnya jarang sekali dirasakan, tetapi saat infeksi semakin memburuk, seseorang yang terinfeksi bisa mengalami tanda-tanda seperti; nyeri di bawah perut dan panggul, keputihan yang berlebih, pendarahan yang tidak normal pada vagina, demam, dan sakit saat buang air kecil.

Penyakit ini merupakan penyakit yang tergolong berbahaya karena infeksi yang diakibatkan kuman tersebut dapat menyebar ke organ-organ reproduksi wanita. Pada kasus yang parah, PID dapat menyebabkan kemandulan.

  • Ulkus Mole atau Chancroid

Penyakit kelamin wanita selanjutnya bisa disebut cukup berbahaya. Pasalnya, penyakit menular seksual yang satu ini dapat menyerang pria maupun wanita.

Infeksi ulkus mole atau chancroid timbul akibat bakteri yang disebut Haemophilus ducreyi. Bakteri ini menyerang jaringan kulit bagian luar organ intim pria atau wanita dan menghasilkan luka terbuka.

Luka terbuka ini mudah berdarah, dan memproduksi sekret (cairan yang keluar, konsistensi seperti lendir) yang dapat menularkan penyakit ini.

Gejala penyakit kelamin ini dapat bervariasi antara pria dan wanita. Tetapi biasanya infeksi akan mulai timbul 1 hari atau beberapa minggu setelah tertular.

Pada wanita, infeksi dapat timbul berupa beberapa benjolan merah pada bagian labia (lipatan kulit vagina), selangkangan, atau paha. Setelah benjolan tersebut pecah dan menjadi luka terbuka, wanita mungkin mengalami sensasi terbakar atau menyakitkan selama buang air kecil atau buang air besar.

  • Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang menular melalui hubungan seksual dan disebabkan oleh protozoa yang disebut Trichomonas vaginalis. Penyakit kelamin ini merupakan salah satu penyakit yang sangat umum ditemukan di dunia, dan bisa menyerang pria maupun wanita.

Pada wanita, bagian yang paling sering terinfeksi adalah saluran genital bawah (vulva, vagina, serviks, serta saluran kemih). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular seksual, yang ditularkan dari hubungan intim yang tidak aman.

Sekitar 70 persen orang yang terinfeksi tidak merasakan tanda-tanda atau gejala. Ketika trikomoniasis menyebabkan gejala, biasanya mulai dari iritasi ringan sampai peradangan parah. Gejala bisa muncul dalam 5-28 hari setelah terinfeksi.

Pada wanita, gejalanya lebih spesifik, seperti gatal-gatal, rasa terbakar, kemerahan atau nyeri pada alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, perubahan pada keputihan (bisa perubahan jumlah, warna, serta bau), serta sakit saat berhubungan seksual.

Jika tidak ditindaklanjuti secara benar, infeksi ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Penyebarannya juga dapat terjadi hingga organ reproduksi lain yang terdapat dalam panggul, serta menyebabkan bayi lahir prematur pada wanita hamil.

Jika kamu mengalami beberapa gejala dari kondisi di atas, segeralah konsultasi ke dokter Klinik Pandawa yang ahli dan berpengalaman di bidangnya serta memiliki Tim Medis yang ahli dan berpengalaman agar kamu segera mendapatkan penanganan yang tepat. atau Konsultasikan terlebih dahulu Masalah anda di Telp/WA : 0813 9812 6569 | Hotline : 021-62313337