Seberapa Umumkah Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Wanita?

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit Infeksi Saluran Kemih atau disebut juga ISK dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi infeksi saluran kemih pada wanita lebih sering terjadi dibandingkan dengan laki-laki, sekitar 10% wanita mengalami infeksi saluran kemih (ISK) setiap tahunnya. Kadang-kadang ISK bisa jadi kronik dan sulit diobati namun infeksi ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko.

 

Apa Itu Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang sistem perkemihan yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Pada umumnya, ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Berawal dari ginjal, zat sisa di dalam darah akan disaring dan dikeluarkan dalam bentuk urine. Kemudian, urine akan dialirkan dari ginjal menuju kandung kemih melalui ureter. Setelah ditampung di kandung kemih, urine akan dibuang dari tubuh melalui saluran uretra, hingga bermuara ke lubang kencing. ISK juga berisiko untuk kambuh dalam waktu 6 bulan atau empat kali dalam setahun.

 

Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) sering disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli), di saluran kemih dan juga disebabkan oleh Penyakit menular seksual akibat hubungan bebas.

  • Bakteri

Bakteri Escherichia coli ini hidup di saluran pencernaan, namun bisa menginfeksi dan berkembang biak di saluran kemih. Infeksi terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih melalui lubang kencing.

Infeksi saluran kemih pada wanita, umumnya terjadi karena cara yang kurang tepat dalam membersihkan daerah anus setelah buang air besar. Tangan atau tisu toilet yang biasa digunakan untuk membersihkan anus, bisa secara tidak sengaja menyentuh lubang kencing, sehingga membuat bakteri masuk ke saluran kemih. Bakteri tersebut dapat menimbulkan infeksi uretra (uretritis), infeksi kandung kemih (sistitis), hingga infeksi ureter (ureteritis) dan infeksi ginjal (pielonefritis).

  • Penyakit Menular Seksual

Hubungan seksual secara bebas dan tidak aman juga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih, selain dari kebiasaan jorok setelah buang air kecil maupun bergonta-ganti pasangan. Berdasarkan hal tersebut, membersihkan area kemaluan setelah melakukan hubungan seksual merupakan hal yang sangat penting.

Beragam penyakit menular seksual yang ditimbulkan antara lain

  • Penyakit Gonore atau Kencing Nanah: salah satu penyakit menular yang ditandai dengan keluarnya nanah berwarna kuning, hijau, atau putih dari uretra yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sungguh menjengkelkan karena penderitanya akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dari daerah vital.
  • penyakit Sifilis atau Raja Singa: penyakit Raja Singa akan menimbulkan luka pada alat genital atau mulut yang dapat memudahkan infeksi bakteri terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh faktor hubungan intim yang tidak aman dan kurangnya menjaga kebersihan organ genital.
  • Penyakit Herpes Genital (Simpleks): adalah penyakit yang ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin dan anus. Namun, tidak menutup kemungkinan area mulut juga bisa terserang virus ini.
  • Penyakit Klamidia: salah satu penyakit menular yang ditandai dengan keluarnya nanah berwarna kuning, hijau, atau putih dari uretra yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sungguh menjengkelkan karena penderitanya akan mengeluarkan bau yang tidak sedap dari daerah vital.
  • Penyakit Trikomoniasis: penyakit Trichomoniasis biasanya akan menyebabkan keputihan pada wanita atau malah tidak menimbulkan gejala sama sekali. Untuk itu lah banyak orang yang sudah terinfeksi tidak sadar dapat menularkan penyakit ini ke pasangannya melalui hubungan intim.
  • Penyakit Kutil Kelamin atau Kondiloma: Infeksi yang juga disebabkan oleh virus dengan nama yang sama, yakni HPV (Human Papilloma Virus), dapat menyebabkan penyakit kutil kelamin hingga kanker serviks pada wanita. Penularan virus ini terjadi saat seseorang melakukan hubungan intim dengan orang yang sudah terinfeksi.
  • Penyakit Kandidiasis: jamur yang ada pada tubuh dapat menyebabkan penyakit Candidiasis apabila daya tahan tubuh lemah atau terdapat luka pada kulit hingga jamur bisa menembus sistem pertahanan tubuh. Penyakit ini ditandai oleh ruam atau lepuhan pada kulit, terutama pada lipatan kulit.

 

Jenis Infeksi Saluran Kemih (ISK)

  1. Sistitis

Infeksi yang mengenai saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan uretra

  1. Pielonefritis

Infeksi yang mengenai saluran kemih bagian atas yaitu ginjal dan ureter

 

Gejala Infeksi Kandung Kemih (ISK)
1.
ISK Bagian Atas

  • Nyeri di pinggang
  • Nyeri punggung bagian bawah atau selangkangan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Demam
  • Tubuh terasa dingin dan menggigil
  • Mual dan muntah
  • Diare

2. ISK Bagian Bawah

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil lebih meningkat
  • Sulit menahan rasa ingin buang air kecil
  • Kandung kemih masih terasa penuh, meskipun sudah buang air kecil
  • Nyeri di perut bagian bawah
  • Nyeri di bagian panggul (pada wanita) atau di bagian rektum (pada pria)
  • Bau urine sangat menyengat
  • Warna urine keruh
  • Terdapat darah dalam urine (hematuria)
  • Lemas

 

Faktor-faktor Risiko Terkena ISK

Berikut faktor risiko untuk infeksi saluran kencing, yaitu :

1.Jenis kelamin

Wanita lebih rentan terkena ISK, karena uretra wanita lebih pendek dibanding laki-laki, sehingga jalur bakteri menuju kandung kemih lebih pendek yang membuat wanita lebih mudah terkena penyakit ini dibanding laki-laki.

2.Melakukan hubungan seksual yang tidak aman

Melakukan hubungan seksual dengan tidak pakai kondom bisa menyebabkan wanita atau bahkan pria terkena infeksi saluran kemih. Pasalnya, bakteri penyebab ISK bisa berada di kulit kelaminn dan menyebar atau berpindah saat berhubungan seksual.

3.Penggunaan kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat pencegah kehamilan berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

4.Menopause

Setelah menopause, penurunan kadar estrogen menyebabkan perubahan tubuh pada saat berkemih, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

5.Saluran kencing yang tidak normal

Bayi yang terlahir dengan malformasi atau pertumbuhan arteri dan vena yang kurang normal pada saluran kencing, umumnya tidak dapat mengeluarkan kencing dengan normal. Malformasi saluran kencing juga dapat menyebabkan seorang mengalami atau retensi urin pada uretra.

6.Penyumbatan saluran kencing

Adanya batu atau pembengkakan prostat dalam saluran kencing, dapat menyebabkan infeksi di saluran kandungan kemih.

7.Sistem imun lemah

Diabetes dan kondisi lain menyebabkan sistem imun menjadi lemah sehingga meningkatkan risiko ISK.

8.Pemakaian kateter

Infeksi ini sering terjadi pada orang yang tidak dapat berkemih dan harus menggunakan kateter untuk berkemih. Hal ini dapat terjadi pada pasien di rumah sakit atau mengalami kelumpuhan.

9.Arah membersihkan saluran kencing salah

Bila Anda membersihkan anus terlebih dahulu, lalu membersihkan saluran kencing, maka bakteri dari anus dapat berpindah ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi pada saluran kencing

 

Bahaya Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Bila ISK dibiarkan berlarut-larut tanpa diobati, maka bisa menimbulkan beragam bahaya seperti:

  • Gangguan pada ginjal. Saat seseorang terkena ISK, bakteri bisa naik dan masuk ke ginjal. Alhasil, kondisi ini membuat seseorang rentan terkena infeksi ginjal (pyelonephritis) yang ditandai dengan nyeri punggung, mual, demam, hingga menggigil. Jika tidak juga ditangani, infeksi ginjal bisa menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.
  • Komplikasi ini terjadi ketika infeksi bakteri penyebab ISK menyebar ke dalam aliran darah.
  • Penyempitan uretra (pada pria).
  • Melahirkan prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).
  • ISK atas lebih berbahaya dan dapat memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Urosepsis bisa menyebabkan tekanan darah turun hingga syok, bahkan bisa menyebabkan kematian.

 

 Pencegahan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Infeksi saluran kemih pada wanita, baiknya lakukan pembersihan dari arah depan ke belakang setelah buang air besar maupun setelah buang air kecil. Langkah ini bisa mencegah bakteri di sekitar anus menginfeksi vagina dan uretra
  2. Banyak minum air putih untuk meningkatkan frekuensi buang air kecil. Minum air dalam jumlah banyak juga baik dilakukan setelah berhubungan intim. Hal ini akan memicu keinginan untuk buang air kecil, dan mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat berhubungan
  3. Pada wanita yang aktif secara seksual, beri tahu pasangan agar tidak menggunakan kondom berpelumas 
  4. Gunakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun, agar area vagina dan lubang kencing tetap kering dan tidak lembab
  5. Hindari produk pembersih kewanitaan yang berpotensi menyebabkan iritasi
  6. Bersihkan kelamin sebelum berhubungan intim

 

Pengobatan Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Klinik Pandawa

Klinik pandawa merupakan klinik yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin. Klinik Pandawa memiliki fasilitas dan alat yang sangat memadai, modern dan lengkap. Klinik Pandawa juga sudah banyak menangani pasien dengan penyakit infeksi saluran kemih pada wanita maupun pria.

Banyak pasien yang telah berhasil disembuhkan dan menyatakan puas dengan pelayanan medis yang kami berikan. Biaya berobat di Klinik Pandawa juga relatif terjangkau dan murah. Fasilitas yang dimiliki oleh Klinik Pandawa antara lain semua ruangan full AC, parkir luas dan gratis, tersedia  laboratorium, apotik, memiliki alat medis modern termasuk alat laser.

Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi dengan dokter online gratis kami menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337 whatsapp / SMS / telp atau klik link di sini. Segala rahasia medis terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik pandawa logo white

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami