PENTINGNYA TES PENYAKIT KELAMIN YANG MUNGKIN ANDA MILIKI

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Penyakit kelamin yang jarang diketahui

 

Penyakit kelamin tidak selalu pasti memunculkan gejala yang kasat mata. Beberapa jenis penyakit kelamin dapat sama sekali tidak bergejala sehingga Anda tidak pernah sadar sebenarnya sudah mengidap penyakit ini sejak lama, sampai pada akhirnya mengalami komplikasi serius. Hal ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit pada orang lain. Itulah mengapa dokter dan pakar kesehatan menyebut penyakit kelamin sebagai “epidemi tersembunyi” atau “penyakit tersembunyi”. Sehingga, sangatlah penting tes penyakit kelamin di Klinik Pandawa sebelum Anda jauh lebih parah. 

 

Beberapa Penyakit Kelamin Yang Umum Tanpa Gejala

Penyakit kelamin pada dasarnya tidak langsung terlihat menunjukkan gejala. Gejala pada suatu penyakit kelamin bisa membutuhkan waktu (sekitar 3 hingga 6 bulan bahkan lebih) agar terlihat dan terdeteksi. 

  1. Molluscum Contagiosum

Moluskum kontagiosum adalah macam penyakit kelamin yang disebabkan oleh poxvirus. Selain lewat berhubungan seks tanpa kondom, penyakit ini juga dapat menular lewat kontak kulit biasa seperti pinjam-meminjam baju atau handuk mandi.

Gejala paling umum dari moluskum kontagiosum adalah kemunculan kutil kelamin yang awalnya berbentuk lesi lunak dan terasa gatal. Infeksi ini umumnya tidak diikuti oleh gejala sistemik lain mengikuti, seperti demam, mual, atau tidak enak badan. Itu kenapa seseorang bisa hidup tahunan tanpa menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi.

  1. HPV – Human papilloma virus

Human papilloma virus (HPV) salah satu macam penyakit kelamin yang paling umum. Sayangnya tidak semua orang otomatis akan langsung memperlihatkan gejala infeksi HPV.

Anda sangat mungkin terpapar virus HPV tanpa merasakan gejala sedikit pun bahkan setelah bertahun-tahun. Pertumbuhan kutil kelamin adalah gejala yang paling mudah terdeteksi, tapi lagi-lagi banyak juga orang yang tidak memilikinya.

Meski tak bergejala bukan berarti Anda terbebas dari risikonya. Beberapa jenis virus HPV dapat menyebabkan kanker serviks.

  1. Klamidia

Penyakit Klamidia adalah salah satu penyakit kelamin yang paling umum terjadi pada wanita di bawah 25 tahun.

Gejala mungkin muncul pertama kali dalam beberapa minggu setelah berhubungan seks dengan partner seks yang positif terinfeksi, seperti keputihan berbau dan sensasi panas saat buang air kecil. Sangat mudah untuk mengganggap gejala-gejala ini sebagai ciri infeksi jamur atau bacterial vaginosis.

Perdarahan vagina di luar siklus menstruasi, nyeri punggung bawah, dan rasa sakit saat berhubungan seks juga merupakan gejala potensial dari klamidia.

Bagi wanita, konsekuensi dari klamidia akan jauh lebih serius. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebar ke rahim, mengakibatkan infeksi peradangan panggul (PID). Untuk pria, klamidia jarang berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, namun mereka dapat menularkannya kepada pasangannya.

  1. Mono (mononukleosis)

Mono alias mononukleosis adalah infeksi virus yang diakibatkan oleh EBV (Epstein-Barr Virus). Infeksi ini tidak umum menular melalui alat kelamin dan cairan organ intim, melainkan dari pertukaran liur saat berciuman.

Hampir sebagian besar kasus mono tidak disertai gejala khas, kecuali keluhan “tidak enak badan” yang termasuk capek dan pegal linu, panas dingin, dan demam ringan. Sekilas, rangkaian gejala ini mirip sakit flu biasa atau bahkan dikira gejala masuk angin, sehingga sering disepelekan.

  1. Infeksi Parasit

Infeksi parasit (usus) adalah ragam penyakit kelamin yang ditularkan melewati paparan feses yang bermigrasi dari satu orang ke lainnya ketika seks anal, seks oral, atau seks oral-anal (rimming).

Feses manusia mengandung miliaran parasit dan bakteri hasil buangan sisa makanan. Salah satunya adalah E. histolytica, parasit penyebab Amebiasis.

Orang-orang yang menjadi “induk” asal dari parasit ini dalam ususnya mungkin tak memperlihatkan gejala apa pun, tetapi mereka dapat menularkan parasit pada pasangan seks mereka.

Gejala infeksi parasit ini umunya termasuk mual, sakit perut, diare, kram perut, penurunan berat badan, dan muntah-muntah.

Infeksi E. histolytica paling kerap kali ditemukan pada pria gay, tetapi tak menutup kemungkinan pasangan heteroseksual juga dapat terjangkit infeksi ini kalau tak menerapan prinsip seks aman.

Infeksi parasit (usus) adalah macam penyakit kelamin yang ditularkan lewat paparan feses yang berpindah dari satu orang ke lainnya saat seks anal, seks oral, atau seks oral-anal (rimming).

Feses manusia mengandung miliaran parasit dan bakteri hasil buangan sisa makanan. Salah satunya adalah E. histolytica, parasit penyebab Amebiasis.

Orang-orang yang menjadi “induk” asal dari parasit ini dalam ususnya mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka dapat menularkan parasit pada pasangan seks mereka.

Gejala infeksi parasit ini umunya termasuk mual, sakit perut, diare, kram perut, penurunan berat badan, dan muntah-muntah.

Infeksi E. histolytica paling sering ditemukan pada pria gay, tapi tidak menutup kemungkinan pasangan heteroseksual juga bisa terjangkit infeksi ini jika tidak menerapan prinsip seks aman.

  1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore atau dikenal dengan kencing bernanah yaitu penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri neisseria gonorrhoeae. Sama dengan klamidia, gonore lazim terjadi pada wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun.

Lebih dari 50% orang yang terinfeksi gonore tak menampakkan pertanda dan gejala apa bahkan. Ini berarti ada begitu banyak orang di semua dunia yang hidup terinfeksi gonore tanpa pernah sadar mereka sakit.

Gejala gonore mirip dengan klamidia, yaitu perdarahan Miss V di luar jadwal menstruasi, keputihan beraroma busuk, dan nyeri ketika berkemih atau ketika seks.

Gonore yang terlambat didiagnosis dan diobati bisa meningkatkan risiko wanita mengalami radang panggul (PID) dan kerusakan lanjut pada organ reproduksi. Infeksi ini juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena HIV hingga infeksi fatal yang menyerang darah, otak, jantung, dan persendian.

Gonore menjadi penyakit kelamin yang paling sering dijumpai di tengah masyarakat. Sehingga penting untuk melakukan tes penyakit kelamin agar Anda bebas dari kencing nanah dan komplikasi yang lebih berbahaya lagi.

  1. Herpes Genital

Herpes merupakan variasi penyakit kelamin yang gejala utamanya merupakan kemunculan bintil merah kecil yang melepuh dan terasa perih. Kecuali di zona intim, bintil merah juga bisa timbul di sekitar bibir dan mulut jika Anda tertular herpes dari seks oral. Beberapa orang juga mungkin merasa gatal ketika membuang air kecil.

Tapi, lagi-lagi tak seluruh orang yang terinfeksi akan mengalami gejala. Malahan diperkirakan sekitar 90% kasus herpes simpleks 2 (HSV-2) tak pernah terdiagnosis.

Herpes akan sangat menular ketika ada luka terbuka di kulit, namun juga tetap bisa menyebar ketika tak ada satu malahan luka yang hadir. Plus, kondom tak akan selalu melindungi Anda dari herpes jika virus hadir pada kulit yang terpapar di luar kondom.

  1. Sifilis atau Raja Singa

Sipilis atau sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang dapat mempunyai konsekuensi fatal.

Infeksi ini disebabkan oleh kuman spiral bernama Treponema pallidum yang dapat hidup di mana saja dalam tubuh dan menyebar dengan pesat. Sangat mudah untuk hidup dengan sipilis selama bertahun-tahun lamanya tanpa menyadari bahwa Anda sudah terjangkit.

Banyak tanda dan gejala sipilis yang mirip dengan penyakit lain. Pada awalnya Anda mungkin hanya menyadari kemunculan luka tanpa sebab di area genital, sekitar mulut, atau juga di tangan padahal jarang. Luka hal yang demikian dapat bertumbuh menjadi mirip bisul bernanah atau kutil yang tidak terasa sakit dan dapat mengeluarkan cairan kalau pecah. Tetapi, lesi akan menghilang dengan sendirinya sesudah enam pekan.

Ciri sipilis lainnya adalah keluhan “bau badan” mirip gejala flu, seperti demam, sakit tenggorokan, ngilu tulang, dan sakit kepala.

Sifilis dapat dengan mudah disebut sebagai salah satu penyakit menular seksual terburuk yang dapat dimiliki oleh wanita hamil, sebab hampir selalu menyebabkan bayi lahir mati atau keguguran selain keadaan sulit kesehatan serius lainnya.

Jikalau tidak diobati atau ditangani hanya dikala stadium akhir, sifilis menyebabkan kerusakan syaraf dan kardiovaskular yang tidak dapat dilalaikan, termasuk penyakit jantung, kebutaan, dan kelumpuhan.

  1. Trikomoniasis

Salah satu variasi penyakit kelamin yang tidak memunculkan gejala ialah trikomoniasis. Seseorang bisa hidup sementara terinfeksi parasit Trichomonas vaginalis selama bertahun-tahun, tanpa mengetahui bahwa dirinya sakit.

Dikala muncul, gejalanya malahan terasa samar dan tak jarang disalahpahami sebagai gejala dari penyakit lain. Gejala paling umum dari trikomoniasis ialah keputihan beraroma busuk untuk wanita dan keluar cairan beraroma dari penis pria.

Wanita dan pria juga bisa sama-sama mengalami gatal-gatal pada organ intim, sensasi perih dan terbakar dikala kencing, atau rasa sakit selama berhubungan seksual.

 

Pentingnya Tes Penyakit Kelamin

Banyak ragam penyakit kelamin tidak bergejala yang langsung terlihat, namun mempunyai konsekuensi fatal yang dapat mengancam nyawa. Maka dari itu, sangatlah penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani tes penyakit kelamin, sekiranya Anda baru saja terkait seks tanpa kondom dan mencurigai mengalami gejala-gejala yang tidak biasa.

Waspadailah sekiranya Anda merasa sedikit rasa gatal atau panas di area genital, timbulnya ruam atau benjolan tanpa sebab yang mungkin juga tiba-tiba hilang, merasakan sakit dikala buang air kecil, atau mengalami nyeri punggung dikala berhubungan seksual.

 

Siapa saja yang dicurigai kena penyakit kelamin dan harus melakukan pemeriksaan khusus?

Anjuran pemeriksaan penyakit kelamin telah dinyatakan oleh badan pencegahan dan penanggulangan penyakit, Amerika Serikat (CDC), yang mengungkapkan bahwa:

  • Orang yang berusia 13-64 tahun, harus melakukan tes HIV setidaknya satu kali.
  • Melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi klamidia dan gonore secara rutin, yang harus dilakukan oleh pria maupun wanita yang sudah aktif secara seksual dan di bawah usia 25 tahun.
  • Pemerikasaan klamidia dan gonore juga berlaku pada pria/wanita yang berusia lebih dari 25 tahun dan pernah melakukan hubungan seks (apalagi berganti-ganti pasangan).
  • Sipilis, HIV, dan hepatitis B adalah pemeriksaan yang wajib dilakukan pada wanita hamil. Sementara, klamidia dan gonore sebaiknya dilakukan pada wanita yang berencana untuk hamil.
  • Pemeriksaan kesehatan untuk sipilis, klamidia, dan gonore sebaiknya dilakukan setidaknya satu tahun sekali oleh orang yang melakukan hubungan seks dengan sesama jenis. Pemeriksaan dilakukan dalam rentang waktu 3-6 bulan.

 

Cara Menangani Penyakit Kelamin di Klinik Pandawa

Bila Anda terkena penyakit kelamin jangan ragu untuk datang ke Klinik Pandawa. Klinik Pandawa merupakan salah satu klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin terbaik di Jakarta. Fasilitas pelayanan medis yang diberikan antara lain penyakit andrologi, penyakit ginekologi, penyakit bedah, serta penyakit kulit dan kelamin. Anda wajib memeriksakan dengan konsul pada dokter ahli dan melakukan cek laboratorium untuk tes penyakit kelamin Anda.

Klinik pandawa didukung dan dilayani oleh para dokter ahli dan berpengalaman khususnya Penyakit kelamin. Dibantu oleh para asisten yang berpengalaman, alat-alat medis pemeriksaan dan pengobatan yang lengkap dan canggih, termasuk laboratorium, USG dan rontgen.

Sudah banyak pasien yang berhasil disembuhkan dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Apabila membutuhkan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis ke dokter kami melalui konsultasi atau menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337  whatsapp / SMS / telp. Kami dengan senang hati melayani Anda. Segala rahasia medis terjamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

klinik pandawa logo white

Tanya Dokter sekarang

Konsultasikan keluhanmu
dengan Dokter Spesialis Kami