Kenapa saya perlu tes penyakit kelamin?

Home / Andrologi / Kenapa saya perlu tes penyakit kelamin?
Kenapa saya perlu tes penyakit kelamin?

Penyakit kelamin, atau yang dalam bahasa medis disebut Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, termasuk lewat penetrasi vagina, seks oral, dan seks anal.

Penyakit kelamin dapat menular antar pria dan wanita, antar wanita, maupun antar pria. Wanita hamil atau menyusui juga bisa menularkan Penyakit Menular Seksual (PMS) pada bayinya. Selain itu, beberapa jenis penyakit kelamin membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi HIV. Penyakit kelamin dapat meningkatkan risiko ketidaksuburan jika tidak secepatnya ditangani, bahkan menyebabkan beberapa jenis kanker.

Penting untuk selalu memeriksakan diri ke Klinik Pandawa yang mempunyai dokter dan Tim Medis ahli dan berpengalaman. Konsultasi Online gratis di Telp/WA : 0813 9812 6569 | Hotline : 021-62313337

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk pemahaman yang lebih mendalam. Terutama jika kehidupan seks tergolong aktif, pernah melakukan hubungan seks tanpa pengaman, atau berpikir berisiko terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS). Sadari setiap perubahan yang terjadi pada tubuh, sekecil apapun itu.

Kenapa saya perlu tes penyakit kelamin?

Kunjungan rutin ke Klinik Pandawa bukan berarti otomatis Anda akan menjalankan tes Penyakit Menular Seksual (PMS). Jika Anda berpikir membutuhkan tes penyakit kelamin ini minta secara spesifik kepada dokter Klinik Pandawa yang ahli dan berpengalaman. Bicarakan mengenai kekhawatiran Anda dan tes apa yang ingin Anda jalani.

Jangan merasa segan untuk membicarakan hal ini dengan dokter Klinik Pandawa. Dokter telah bersumpah untuk bertanggung jawab dalam perawatan Anda dengan tidak menghakimi dan menjaga kerahasiaan pasien. Mereka adalah orang yang harus Anda tuju untuk mengobati infeksi Anda. Dokter juga bisa memberikan konsultasi lanjutan tentang cara mengurangi risiko Anda di kemudian hari.

Karena beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS) tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga Anda tak akan menyadari bahwa Anda telah tertular, sampai penyakitnya sudah telanjur parah. Maka Tes Penyakit Kelamin itu sangatlah penting di lakukan.

Berikut ini adalah sejumlah panduan tes Penyakit Menular Seksual untuk penyakit tertentu.

Untuk klamidia dan gonore

Siapa saja yang harus meminta screening? Screening untuk Kencing Nanah (gonore) dan klamidia direkomendasikan satu tahun sekali.

  • Wanita dia atas 25 tahun berisiko mengidap Penyakit Menular Seksual
  • Wanita yang aktif secara seks, berusia di bawah 25 tahun.
  • Anda mengidap HIV.
  • Anda pernah terlibat dalam aktivitas seksual atas dasar paksaan.
  • Anda seorang pria, pernah berhubungan seks dengan pria lain.

Test khusus Kecing Nanah (gonore) dan klamidia  dilakukan melalui test urin atau di dalam rahim, yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

BACA JUGA

Untuk HIV, sipilis, dan hepatitis

Usia yang lebih muda diharuskan menjalankan Test jika mereka berada pada risiko yang sangat tinggi terhadap penyakit kelamin. Test HIV dilakukan setiap tahun jika berisiko tinggi terhadap Infeksi Menular Seksual. Test HIV direkomendasikan untuk dilakukan setidaknya 1x seumur hidup, termasuk dalam check-up rutin, mulai dari usia 15-65 tahun.

Siapa saja yang perlu menjalankan screening HIV, sipilis, dan hepatitis?

  • Diagnosis positif mengidap penyakit kelamin lain, yang berarti berisiko lebih besar terhadap penyakit lainnya.
  • Memiliki partner seksual lebih dari satu orang sejak screening terakhir Anda.
  • Menggunakan narkotika suntik.
  • Pernah terlibat dalam aktivitas seksual atas dasar paksaan.
  • Pria yang pernah berhubungan seksual dengan pria lain.
  • Anda sedang hamil, atau merencanakan kehamilan.

Test sifilis dilakukan dengan uji darah atau swab test dari sampel jaringan genital anda. Test hepatitits dan  HIV hanya membutuhkan uji darah.

Untuk herpes genital

Herpes Kelamin adalah infeksi virus yang mudah ditularkan bahkan jika orang tersebut tidak menunjukkan gejala apapun. Dokter mungkin melakukan biopsi (sampel jaringan) dari kutil atau luka lecet yang mungkin Anda miliki, untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Hasil tes negatif bukan berarti Anda tidak memiliki herpes yang menjadi penyebab lecet pada area genital Anda. Hingga sampai saat ini belum ada test spesifik untuk mendeteksi herpes kelamin.

Uij darah juga mungkin direkomendasikan, namun hasilnya tidak selalu akurat. Beberapa uji darah bisa membedakan antara dua tipe utama herpes, namun hasilnya tidak bisa konklusif, tergantung dari tingkat sensitivitas dan stadium infeksi yang Anda alami. Hasil tes yang salah bisa saja terjadi.

Untuk HPV

Beberapa tipe human papillomavirus (HPV) bisa mengakibatkan kanker rahim, sementara jenis lainnya bisa menyebabkan kutil kelamin. Orang-orang yang terinfeksi HPV bisa saja tidak menunjukkan tanda dan gejala sama sekali. Virus ini umumnya hilang dalam dua tahun sejak kontak pertama.

Screening HPV untuk pria belum tersedia. Biasanya Human papillomavirus atau HPV pada pria didiagnosis dari pemeriksaan visual oleh dokter Klinik Pandawa atau biopsi dari kutil kelamin. Sedangkan untuk wanita, screening HPV termasuk:

  • HPV test sebagai tes tindak lanjut bagi wanita berusia 30 tahun ke atas setelah Pap test, dan dilakukan setiap lima tahun sekali jika Pap tes sebelumnya tergolong normal. Wanita berusia 21-30 tahun akan disarankan HPV test jika mereka menunjukkan hasil abnormal pada Pap test terakhir.
  • Pap test, untuk memeriksa adanya pertumbuhan sel abnormal di dalam rahim. Pap test direkomendasikan dilakukan oleh wanita setiap tiga tahun sekali mulai usia 21 – 65 tahun.

HPV juga dikaitkan dengan kanker vulva, vagina, penis, anus, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Vaksin bisa melindungi pria dan wanita dari beberapa jenis Human papillomavirus atau HPV, namun akan hanya efektif jika diberikan sebelum memulai aktivitas seksual.

Jika saya terbukti positif, apakah penyakit kelamin bisa diobati?

Beberapa tipe Infeksi Menular Seksual (IMS), pengobatan mungkin melibatkan konsumsi rutin antibiotik resep atau melalui suntikan oleh dokter Klinik Pandawa.

Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penyebaran infeksi lebih lanjut. Selain itu, terbukalah dengan partner seksual Anda mengenai penyakit Anda.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

   Konsultasi Online Gratis