Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Jangan Sepelekan, Keluar Darah dari Vagina Saat Berhubungan Intim

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Jangan Sepelekan, Keluar Darah dari Vagina Saat Berhubungan Intim

keluar darah dari vagina

Sahabat Pandawa, pada saat berhubungan intim pernahkah Anda mengalami keluar darah dari vagana? Jika iya, jangan sepelekan hal ini. Memang berhubungan intim hal yang wajib bagi pasangan apalagi pasangan yang baru menikah, pasti selalu memikirkan kenapa tidak keluar darah pada saat berhubungan itim? Anda memang baru saja melakukan berhubungan intim dengan suami, kemudian menemukan noda darah di seprai. Padahal tidak sedang haid dan menurut jadwal, tidak akan menstruasi dalam waktu yang dekat, dan tentu saja itu bukan darah perawan. Lantas, kenapa keluar darah dari vagina setelah berhubungan intim?

Mengapa Bisa Terjadi Keluar Darah dari Vagina?

Apabila, anda mengalami keluar darah dari vagina setelah melakukan hubungan seksual bisa saja normal, bisa pula berbahaya. Dalam kasus ini normalnya 9% perempuan yang belum menopause di dunaia akan pernah mengalami hal tersebut. risiko keluar darah dari vagina selah melakukan hubungan seksual juga meningkat yang sudah menopause. Dilaporkan, bahwa sekitar 63% wanita menopause mengalami vagina kering dan vagina berdarah saat dan sesudah melakukan hubungan seksual.

Walaupun, kejasian tersebut dianggap normal dan tidak berbahaya, ada kemungkinan pendarahan vagina selah melakukan hubungan intim merupakan infeksi atau yang sangat jarang terjadi, yaitu kanker leher rahim ( Serviks ). Dalam dunia medis menyebutkan sebagai pendarahan vagina pasca-senggama ( postcoital bleeding ). Peristiwa tersebut bisa dialami oleh perempuan dari berbagai macam usia. Pada wanita yang belum mencapai menopause, sumber pendarahan vagina biasanya dari leher rahim ( Serviks ). Pendarahan vagina tidak normal yang terjadi di antara waktu haid juga disebut intermenstrual, bercak, atau metrorrhagia.

Ketika perdarahan vagina berlangsung di antara rentang waktu yang wajar, terdapat banyak mungkin yang bisa jadi faktornya. Sedangkan sebagian pemicu bisa jadi gampang diatasi, pemicu yang lain bisa jadi diakibatkan oleh situasi mendasar yang sungguh- sungguh.  Baik hanya melihat bercak atau perdarahan yang lebih berat, jika terjadi perdarahan di antara periode menstruasi, penting bagi Anda untuk mengunjungi dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan, menentukan diagnosis, dan menentukan rencana perawatan. Penyebab yang dapat menyebabkan perdarahan di antara periode menstruasi meliputi:

  • Perkembangan jaringan di dalam rahim ataupun leher rahim Anda
  • Depresi
  • Penggunaan obat-obatan yang baru
  • Keguguran
  • V yang kering
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Kanker

 

Penyebab Pendarahan Vagina

  1. Ketidakseimbangan hormon

Priode haid wanita diatur oleh hormon estrogen atau progesteron. Ketika jumlah kedua hormon tersebut tidak seimbang atau terganggu, seorang wanita bisa mengalami pendarahan dari vagina di luar masa menstruasi. Tak hanya itu, vagina berdarah karena gangguan pada hormon juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, misalnya masalah pada kelenjar tiroid, efek samping alat kontrasepsi hormonal, atau penyakit tertentu seperti polycystic ovary syndrome (PCOS).

  1. Komplikasi kehamilan

Pendarahan vagina dapat terjadi pada 1 dari 3 kehamilan. Pada trimester awal, penyebab umum pendarahan vagina, yaitu implantasi, keguguran, dan kehamilan ektopik. Sementara, pada trimester kedua dan ketiga, vagina berdarah mungkin disebabkan oleh plasenta previa, solusio plasenta, atau janin meninggal di dalam kandungan. Pendarahan vagina juga bisa terjadi sebelum atau saat persalinan. Jika Anda sedang hamil dan mengalami pendarahan vagina, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau bidan terdekat.

  1. Infeksi

Infeksi pada organ reproduksi perempuan, seperti Miss.V, leher rahim (serviks), dan rahim, juga bisa menyebabkan pendarahan vagina. Beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan vagina berdarah, meliputi infeksi menular seksual, radang panggul, dan radang atau luka pada serviks.

  1. Tumor jinak

Tumor atau benjolan vagina yang tumbuh di dalam rahim atau leher rahim juga bisa menyebabkan pendarahan vagina. Contoh tumor jinak yang bisa menimbulkan Miss V berdarah merupakan adenomiosis, polip serviks, miom, serta polip rahim.

  1. Kanker

Pada kasus tertentu, vagina berdarah juga bisa menyebabkan kanker, seperti kanker serviks, kanker vagina, kanker rahim, dan kanker ovarium. Penyakit kanker tersebut biasanya baru timbul gejala vagina berdarah ketika sudah memasuki tahap lanjut.

  1. Penyakit tertentu

Ada beberapa penyakit yang juga dapat menyebabkan pendarahan vagina, misalnya diabetes, sirosis, lupus, penyakit Celiac, dan penyakit gangguan pembekuan darah. Beberapa kondisi lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya vagina berdarah adalah cedera pada Miss V ataupun serviks, menopause, tekanan pikiran, serta dampak sisi obat- obatan, misalnya obat pengencer darah serta chemotherapy.

Jika terjadi sesekali dan jumlahnya tidak banyak, pendarahan vagina mungkin bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, Anda perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami pendarahan vagina yang berat, sering terjadi, atau disertai keluhan lain seperti demam, sakit perut, pusing, dan kelelahan.

Penyebab Lainnya

Berikut beberapa penyebab keluar darah dari vagina saat berhubungan intim, yaitu:

  • Kurangnya pelumas saat bercinta membuat pendarahan vagina saat bercinta
  • Darah mens karena Anda baru akan datang bulan atau selesai haid.
  • Infeksi terjadi di leher rahim atau di Miss.V karena bakteri dari penyakit menular seksual.
  • Luka di area kemaluan akibat herpes atau cedera.
  • Titik yang berpotensi munculnya kanker di leher rahim
  • Erosi serviks (cervical ectropion)

Kapan Harus Waspada?

Apabila, Anda mengalami pendarahan vagina kecil yang sering terjadi sesuah berhubungan intim, satu-satunya cara untuk memastikan kondisi ini berbahaya atau tidak adalah dengan memeriksa diri Anda ke dokter agar tidak terjadi komplikasi pada Miss.V. Jika pendarahan vagina terjadi pada saat waktu yang tepat sebelum menstruasi atau beberpa hari setlah hai selesai, Anda tidak harus periksa ke dokter. Demikian pula pendarahan vagina yang terjadi tidak lama setalah Anda menjalani pap smear atau pemeriksaan leher rahim lainnya (yang mana pemeriksaan tersebut menyatakan tidak ada gangguan apa pun).

Keluar darah dari vagina ataupun istilahnya bercak maupun spotting merupakan ialah salah satu pertanda yang dapat muncul karena sebagian pemicu keluar darah dari vagina, antara lain merupakan terdapatnya kendala pada vagina, seperti polip, iritasi ataupun radang vagina sebab hubungan intim, dampak sisi pemakaian kontrasepsi, kendala pada saluran pembiakan semacam misalnya terdapatnya tumor jinak di kandungan, peradangan yang mengakibatkan keputihan yang dapat berbaur darah salah satunya karena infeksi parasit atau infeksi menular seksual dan beragam penyebab lainnya.

Untuk itu baiknya dipastikan apa penyebabnya dengan memeriksakan diri pada dokter kandungan dimana nantinya bisa dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan seperti tes urine, tes sampel cairan vagina, USG dan juga pemeriksaan lain yang diperlukan. Perhatikan juga ada tidaknya keluhan lain seperti misalnya nyeri perut, menstruasi yang tidak teratur, jumlah perdarahan yang terjadi, adanya bau yang khas dan lainnya agar membantu dokter mendapatkan tambahan informasi untuk bisa menegakkan diagnosa pastinya.

 

Pengobatan di Klinik Pandawa

Setelah Anda membaca ulasan diatas tentang keluar darah dari vagina, jangan menunda sampai terjadi komplikasi pada diri Anda. Segeralah periksa ke dokter apabila Anda merasa ada gangguan atau masalah yang terjadi pada Miss.V Anda. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan melakukan penyembuhan dirumah, karena harus melihat kondisi seberapa parahnya yang dialami.

Klinik Pandawa merupakan Klinik Kulit dan Kelamin terpercaya di Jakarta dan memiliki dokter professional untuk menangani masalah ini. Sudah banyak pasien yang telah berhasil di sembuhkan dan kembali beraktivitas seperti semula.

Jika Sahabat Pandawa perlu informasi lebih lanjut maka dapat melakukan konsultasi online secara gratis dengan dokter kami lewat link berikut ini KONSULTASI ONLINE GRATIS. Anda juga bisa hubungi  kami melalui nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337/ Whatsapp / SMS/ telp. Kami dengan sepenuh hati melayani Anda. Kerahasian medis Anda akan terjamin.