Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Ladies Wajib Tahu, Infeksi Pada Vagina Berbahaya dan Mematikan

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

infeksi pada vagina

Daerah kewanitaan merupakan bagian tubuh yang sensitive, intim,dan wajib dijaga kebersihannya dengan perawatan yang ekstra. Kebersihan yang tidak terjadi dengan baik dapat meningkatkan risiko infeksi pada vagina dan berujung menimbulkan penyakit menular seksual.

Vagina mempunyai suasana asam dengan pH 3,8-4,2. Lender normal yang keluar pun dari miss.v yakni tidak berbau, tidak menimbulkan gatal, dan jumlahnya tidak banyak. Juga, lendirnya tidak encer dan kental. Pada daerah tersebut terdapat laktobasilus atau bakteri baik dengan jumlah antara 95 persen dan jumlahnya harus terjaga.

Tanda-tanda infeksi vagina akan menimbulkan rasa gatal, kemerahan, dan bau yang tidak sedap. Jumlah dari lender tersebut harus dipastikan, tidak terjadi pendarahan pada miss.v, dan taka da keputihan karena akan menyebabkan kuman penyakit.

Nah, untuk informasi lebih lanjut yuk simak artikel di bawah ini.

 

Penyebab Infeksi Pada Vagina

Gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas merupakan adanya peradangan pada vagina yang disebabkan oleh infeksi

Berikut ini beberapa bakteri, jamur atau parasite yang bisa menyebabkan infeksi pada vagina, antara lain:

  • Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis terjadi jika bakteri yang normal hidup pada miss.v menjadi lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini merupakan keputihan yang dapat menjadi berwarna putih keabu-abuan dan menimbulkan bau yang tidak sedap atau amis.

  • Bakteri klamidia

Klamidia ialah penyakit menular yang melaluhi hubungan intim tanpa memakai pengaman dengan orang yang terjangkit klamidia. Selain keluar cairan abnormal, gejala tersebut akan menimbulkan rasa gatal dan perih saat melakukan hubungan intim dengan pasangan dan buang air kecil, terlebih lagi akan mengalami pendarahan tetapi bukan haid, keluarnya bercak setelah melakukan hubungan intim, dan terasa nyeri saat datang bulan.

 

Baca juga: Muncul Jerawat di Penis, Apakah Berbahaya?

 

  • Bakteri gonore

Penyakit gonore ialah penyakit menular seksual yang berbahaya, seperti bakteri klamidia. Gejalanya tidak jauh berbeda dengan penyakit sebelumnya, namun pada penyakit kencing nanah ini dapat disertai dengan gejala yang lain, seperti pembengkakan pada vulva atau alat kelamuan bagian luar, rasa sakit pada panggul, atau konjungtivitis. Jika berubungan intim dan melakukan oral, bakteri kencing nanah bisa menimbulkan peradangan pada tenggorokan Kamu.

  • Jamur kandida

Infeksi jamur kandida pada miss.v, dikenal dengan kandidiasis vaginalis. Secara alami, jamur memang hidup pada area kewanitaan. Namun, bila jumlahnya terlalu banyak bisa mengakibatkan infeksi pada vagina yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih atau keabu-abuan, menyerupai gumpalan seperti susu. Infeksi jamur tersebut bisa menimbulkan rasa gatal dan perih.

  • Parasit trikomonas vaginalis

Parasite ini bisa menyebabkan penyakit trikomoniasis. Ciri-cirinya ialah Miss.V mengeluarkan cairan yang berwarna kuning kehijauan dan menimbulkan bau tak sedap. Parasite tersebut biasanya didapatkan dari behubungan intim tanpa memakai pengaman.

Selain itu, alergen atau bahan pemicu alergi bisa mempermudah adanya infeksi pada vagina yang ditandai dengan rasa sakit, gatal, dan mengeluarkan cairan tidak normal pada miss.v. bahan-bahan yang bisa memicu alergi tersebut akan mengakibatkan iritasi, antara lain sabun yang wangi, cairan semprot vagina, deterjen, pelembut pakaian, bahan lateks ataupun spermisida pada alat pengaman.

 

Ciri-ciri Infeksi Pada Vagina

Bakteri vaginiosis sering disamakan dengan infeksi jamur (yeast infection) pada Miss.V. padahal, keduanya mempunyai penyebab yang tidak sama.

Infeksi jamur ini disebabkan oleh adanya jamur yang menyebabkan Miss.V terasa gatal dan keputihan yang berwarna putih susu kental dan tak beberbau. Sedangkan ciri-ciri dari infeksi pada vagina, yakni:

  • Menimbulkan bau yang yak sedap pada saat keputihan. Aromanya sangat menyengat saat berhubungan badan
  • Keputihan dengan konsistensi tipis yang berwarna putih keabu-abuan dan kehijauan
  • Menimbulkan rasa panas seperti terbakar saat buang air kecil.

Kamu sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter untuk diperiksa lebih lanjut jika merasakan ciri-ciri dari infeksi tersebut. Dokter akan membantu kamu untuk penyembuhan dan memastikan diagnosis sehingga pengobatan dapat sesuai yang diberikan.

Walaupun begitu, hampir separuhnya dari penderi infeksi pada vagina ini tidak merasakan gejala apapun. Hal ini dikarenakan, penyakit tersebut sulit terdeteksi.

 

Cara Merawat Miss.V terhindar Dari Infeksi pada Vagina

Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu lakukan untuk merawat Miss.V, antara lain:

  • Selalu menjaga kebersihan pada miss.v dan kering
  • Jika sedang datang bulan, selalu ganti pembalut
  • Jika kamu aktif dalam behubungan badan, sebaiknya gunakan alat pengaman agar terlindung dari penyakit menular seksual
  • Pastikan pakaian dalam kamu tetap bersih dan kering
  • Jangan gunakan pakai dalam yang berbahan nilon, celana jeans yang terlalu ketat, ataupun legging. Jenis celana inii tidak mendukung sirkulasi udara yang baik di daerah kewanitaan, sehingga dapat memicu infeksi pada vagina. Jika kamu ingin menggunakannya, pakailah celana yang berbahan katun.

 

Bagaimana Pengobatan Infeksi Pada Vagina

Vaginiosis bakteri biasanya tidak menimbulkan gejala, umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Bantuan dari dokter pun juga sangat berperan saat penderita alami gejala yang menurutnya terganggu.

Doketr biasanya akan meresepkan antibiotic untuk kamu selama lima sampai tujuh hari lamanya. Sangat penting untuk menghabiskan antibiotic tersebut baik berupa tablet, krim, ataupun gel yang sesuai dengan resep dokter. Sekalipun konsisi ini sedikit membaik. Pemberhentian mengkonsumsi antibiotic tanpa saran dari dokter akan membuat infeksi pada vagina mudah kambuh dan bakteri resistan terhadap antibiotic.

Menggunakan alat KB spiral (IUD) bisa meningkatkan risiko kamu terserang bakteri vaginiosis. Mengkipun, anggapan ini masih harus lebih ditunjang dengan penelitian lebih lanjut, Anda sebaiknya tak melanjutkan pemakaian alat KB tersebut jika alami BV secara berulang.

Saat kamu divonis sembuh dari penyakit ini, kemungkinan besar kamu akan terinfeksi kembali. Jika ini terjadi, dokter akan memberikan resep antibiotic yang harus kamu konsumsi kembali dalam waktu yang cukup lama.

 

Pengobatan Infeksi Pada Vagina

Setelah membaca infeksi pada vagina di atas, jika kamu merasakan ciri-ciri tersebut sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar tidak menularkan pada pasangan kamu. Untuk itu, kami sarankan ke Klinik Pandawa untuk di cek dengan dokter ahli kami dan dibantu oleh laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Apabila terjangkit penyakit tersebut, sebaiknya jangan lakukan hubungan intik selama 1 sampai 2 hari. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pemeriksaan dokter ahli kelamin untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit infeksi pada vagina yang sedang dialami.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami ke nomor 0821-1141-0672 (WA/SMS/TLP) atau bisa konsultasi online dengan dokter ahli kami melalui layanan konsultasi. Rahasia akan terjamin.

 

Referensi: 

Drugs. Vaginal Yeast Infection.

Johnson, T. WebMD (2018). Vaginal Infections and Vaginitis.

WebMD (2018). Vaginal Infections and Vaginitis.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bacterial-vaginosis/

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/what-is-bacterial-vaginosis