Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Hubungan Seksual Pertama Kali Tidak Berdarah, Ciri-Ciri Wanita Tidak Perawan

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

ciri-ciri wanita tidak perawan

Sahabat Pandawa, kamu pernah tidak memikirkan “jika berhubungan seksual tetapi tidak berdarah, apakah pasangan kamu menerima?” Pertanyaan yang ditanyakan wanita ke dokter spesialis dan mencari tahu di sosial media. Ternya hal ini tidak diukur dari ciri-ciri wanita tidak perawan. Jadi, untuk kaum laki-laki sebaiknya jangan mengukur pasangan dengan “hubungan seks pertama kali tidak berdarah”.

Di Indonesia sendiri pun sempat digemparkan dengan adanya tes keperawanan untuk vcalon anggota berseragam. Orang-orang Indonesia selalu berpegang pada seorang wanita lajang harus mempertahankan keperawanannya. Tidak hanya bagi calon anggota berseragam saja, bahkan masyarakat umum pun mempunyai kecemasan dan kekhawatiran yang sangat besar akan keperawanan pada seorang wanita.

Banyak sekali mitos yang beredar di kalangan masyarakat seputar keperawanan. masyaratkat begitu gencar mencari tahu untuk membuktikan seorang wanita yang masih perawan. Lantas, bagaimana dengan keperanan dalam pandangan medis? Apakan ciri-ciri wanita perawan bisa ditebak? Simak jawaban berikut ini ya Sahabat Pandawa.

 

Mengenal Keperawanan

Keperawanan ialah norma sosial, bukan dari hal medis. Maka dari itu, keperawanan tentunya berbeda-beda bagi setip orang. Tak ada definisinya yang secara khusus untuk mengetahu ciri-ciri wanita tidak perawan. Untuk itu, secara umum biasanya seorang wanita yang masih virgin ialah yang belum pernah berhubungan seksual dengan seseorang.

Maksud dari hubungan seksual sendiri bisa jadi bermacam-macam. Ada yang beranggapan hubungan seksual ini adanya penetrasi oleh penis pada miss v. walaupun begitu, ada juga yang percaya bahwa aktivitas mastrubasi, fingering (memasukkan jari ke dalam miss v untuk memberikan rangsangan), dan petting (saling menggesekkan alat genital) juga termasuk hubungan seksual.

Karena makna dari kperawanan ini semndiri bersifat ambigu dan kontekstual, tak ada seorang pun yang dapat mengetahui ciri-ciri wanita tidak perawan. Keperawanan hanya dapat kamu ketahui oleh diri sendiri. Bahkan dokter dan tenaga kesehatan tak dapat menentukan apakah seorang wanita masih perawan atau tidak.

Baca juga : Selaput Darah Robek, Atasi dengan Hymenoplasty (Operasi Keperawanan)

 

Tes Keperawanan Bisa Mengetahui Ciri-Ciri Wanita Tidak Perawan?

Pastinya uji yang satu ini sudah tak aasing lagi dikalangan masyarakat. Yup, uji keperawanan. Uji keperawanan ialah pemeriksaan ginekologis yang dipercaya bahwa dengan lakukan dan ketahui ciri-ciri wanita tidak perawan atau masih perawan.

Uji keperawanan dapat dilakukan inspeksi langsung terhadap hymen di lubang Miss V. tujuannya untuk melihat hymen dan apakah wanita tersebut sudah pernah berhubungan sekssual atau belum. Di beberapa negara, tes keprawanan ini bertujuan untuk memeriksa korban kasus pemerkosaan. Melaui hasil pemeriksaan tersebut, bisa diketahui korban benar alami pemerkosaan ataupun tidak.

Ttes keperawana ini banyak sekali menuai kontroversi di berbagai negara. Karena, sebagian pendapat bahwa tes keperawanan iini melanggar Hak Asasi Manusia. Uji keperawanan ini bisa menimbulkan efek negative, baik secara fisik ataupun psikologis.

Efek negative yang bis timbul ialah rasa malu, mengingat kembali pristiwa traumatis yang pernah dialami, rasa nyeri, stress, depresi, dan rasa cemas yang hebat.

Baca Juga : Mitos atau Fakta, Seks Tidak Berdarah Tanda-Tanda Tidak Perawan?

 

Mitos Tes Keperawanan

Tidak ada ciri-ciri wanita tidak perawan atau dilihat dari fisik apakah pernah melakukan hubungan intim atau tidak. Maka dari itu, tidak ada cara menguji tes keperawanan seseorang. Namun, masyarakat terobsesi dengan keperawanan, muncullah tes keperawanan yang sudah di jelaskan di atas.

Walaupun sekilas, mungkin tampak meyakinkan, tidak ada landasan ilmiah yang dapat membenarkan mitos ini. Kamu pasti pernah mendengar tentang mitos di bawah ini, kan?

  1. Selaput Dara

Banyak orang percaya bahwa keperawanan dapat dilihat jika selaput darah seseorang masih utuh. Itu sebabnya orang percaya bahwa uji keperawanan adalah mungkin dan harus dilakukan. Bahkan, selaput dara tidak dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk keperawanan.

Selaput dara adalah lapisan tipis dan fleksibel yang melindungi bukaan vagina dari dalam. Lapisan ini memiliki berbagai bentuk. Kebanyakan Hymen berlubang di tengah. Hal ini memungkinkan keluarnya darah haid. Namun, ada juga wanita yang selaput dara hanya memiliki lubang yang sangat kecil sehingga rentan terhadap robekan. Hymen ini dapat robek kapan saja, misalnya selama berolahraga, bersepeda, menari, jatuh, seks, dan banyak kemungkinan lainnya. Berhubungan seks bukan satu-satunya alasan mengapa meselaput dara seorang wanita robek.

Wanita yang berhubungan seks, mungkin selaput dara masih utuh. Ini karena beberapa wanita memiliki selaput dara yang sangat kuat atau lubangnya cukup besar untuk masuk tanpa merobek lapisan. Tampon juga dapat memasuki vagina tanpa merusak selaput dara.

 

  1. Vagina berdarah

Mitos-mitos ini sudah banyak yang percaya, yaitu keperawanan dapat diuji dengan melihat selaput dara. Gejala selaput dara yang robek ialah berdarah di area Miss.V. Jadi orang percaya bahwa setiap wanita harus menjalani perdarahannya dalam seks pertamanya.

Bahkan, selaput dara yang robek tidak selalu menyebabkan perdarahan. Atau kadang-kadang, perdarahan yang terjadi sangat ringan, sehingga tidak terwujud sama sekali. Ingatlah bahwa beberapa wanita memiliki selaput dara yang sangat tipis, sehingga kerusakannya tidak begitu serius sehingga menyebabkan perdarahan. Sementara itu, ada yang tebal dari membran sehingga kerusakan dapat menyebabkan perdarahan. Oleh karena itu, tidak benar bahwa seorang wanita yang masih perawan menderita perdarahan ketika ia pertama kali berhubungan seks.

 

  1. Gairah seksual wanita

Jika seorang wanita mengalami orgasme, vagina basah atau bergairah ketika dia pertama kali berhubungan seksual, tidak berarti itu “berpengalaman” atau telah melakukan hubungan seks sebelumnya. Mitos bahwa wanita bersemangat atau mencapai orgasme saat berhubungan seks pertama bukan perawan yang membuat kepercayaan tradisional. Ini tabu di masyarakat jika seorang wanita memiliki gairah seks ketika masih perawan. Seorang wanita seharusnya tidak tahu atau menikmati seks seperti pria.

Ini tentu saja salah. Semua orang, wanita atau pria, keduanya memiliki kesadaran dan hasrat seksual. Kesadaran seksual ini dapat dimulai pada usia berapa pun. Ada kesadaran seksual terjadi ketika pubertas, tetapi berita baru muncul di usia dewasa. Bahkan beberapa orang sudah memiliki kegembiraan seksual pada usia sekolah dasar.

Memiliki banyak pengetahuan seksual tidak berarti bahwa seseorang tidak perawan. Namun, hingga saat ini, masyarakat sering salah dan memberikan cap negatif kepada wanita yang tidak mencakup seksualitas. Jadi, jangan biarkan Anda salah dan menganggap bahwa kegembiraan seksual wanita adalah sesuatu yang harus ditanggung karena dapat digunakan untuk menguji keperawanannya. Hanya wanita sendiri yang dapat menafsirkan dan memastikan keperawanannya.

 

Lantas, Bagaimana Mengembalikan Keperawanan?

Jika kamu sudah tidak perawan. Lantas bagaimana cara mengembali keperawanan seperti semula? Yup, dengan melakukan operasi hymenoplasty. Operasi keperawanan dapat dilakukan di Klinik Pandawa yang akan dilakukan bersama dokter ahli kami. Untuk itu, kamu tidak perlu ragu lagi ya Sahabat Pandawa.

Kamu dapat lakukan reservasi melalui Konsultasi online gratis atau hubungi nomor 0821-1141-0672. Rahasia kamu akan kami jaga.