Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Gangguan Sperma yang Harus Laki-Laki Tahu Penyebabnya

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

gangguan sperma

Kesuburan seorang laki-laki memang banyak sekali faktor untuk mempunai seorang anak. Memang setiap pasangan dalam berumah tangga pastnya ingin mempunyai keturunan. Bagi laki-laki, faktor yang paling utama ialah sperma. Untuk itu, kamu harus menjaga kesehatan untuk mencegah berbagai masalah kesuburan. Namun, bukan berarti saat kamu alami gangguan sperma atau kelainan yang lainnya. Nah, yuk kita simak jenis gangguan sperma di bawah ini agar lebih jelas.

 

Jenis Gangguan Sperma yang Paling Umum

Dilancir dari Mayo Clinic, kualitas sperma dapat ditentukan dari factor yang penti, yakni struktur (bentuk), jumlah, ataupun kemampuan geraknya (motilitas). Kelainan ini atau gangguan sperma bisa diciri-cirikan hal tertentu yang sebabkan masalah kesuburan laki-laki, penurunan kualitas sperma, serta mempunyai tinggi terhadap kemandulan atau infertilitas.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Sperma Encer dan Tidak Subur, Benarkah?

  1. Jumlah gangguan sperma

Pada keadaan yang biasa, seorang laki-laki bisa keluarkan semen (air mani) yang kandungannya lebih dari 15 juta sel sperma per mililiternya. Jika jumlahnya kurang dari angka tersebut, hal ini bisa jadi ciri-ciri tak sehat, kelainan, atau mengalami gangguan sperma.

Seseorang yang mempunyai sperma yang sedikit atau jumlahnya rendah dari biasanya akan disebut dengan oligospermia. Bila tidak ada sel sperma yang ditemukan bisa disebut dengan azoospermia. Hal ini bisa menurunkan peluang untuk mempunyai keturunan karena tidak banyak sperma yang bersaing menuju sel telur.

Secara kasat mata, semen atau air mani hanya mengandung sedikit sel sperma yang akan terlihat lebih encer atau berair. Maka dari itu, tektur yang encer ini tidak terlalu lengket dari biasanya. Orang akan mempunyai kelainan atau masalah dalam julah sperma yang kemungkinannya mempunyai jumlah masalah lainnya, seperti:

  • Voricokel
  • Infeksi di area tertentu dari tubuh
  • Masalah kesehatan kronis atau tidak terdiagnosis seperti diabetes atau penyakit celiac
  • Masalah cumshot.
  • Ketidakseimbangan hormon.
  • Paparan zat beracun.

Gangguan sperma yang jumlahnya rendah biasanya disebabkan oleh obat-obatan khusus, penyakit ini akan ditandai dengan demam, serta panas pada skrotum 9 sebagai perendaman dalam air panas).

Cara hidup tidak bagus, yakni merokok, obesitas dan konsumsi alkohol akan memiliki sejumlah kecil spermatozoa. Namun, penyebab gangguan sperma lain tidak pernah ditemukan.

  1. Kelainan bentuk sperma (morfologi)

Gangguan sperma mengacu pada perbedaan bentuk sel-sel sperma. Setidaknya, spernya dinyatalan masih dalam kondisi yang baik dan mempuntai 4% sperma dalam bentok normal. Jika kamu melihat atau masalah pasa sperma, sperma harus diperiksa di bawah mikroskop.

Bentuk sperma yang umum bisa kita lihat dengan gambar berikut deskripsinya:

  • Memiliki bentuk oval panjangnya 5 hingga 6 mikrometer dan lebar 2,5 hingga 3,5 mikrometer.
  • Memiliki tutup yang ditentukan (Akrosom), yang terdiri dari 40% hingga 70% dari kepala sperma.
  • Tidak ada gangguan yang muncul leher, tengah atau ekor.
  • Tidak ada tetesan fluida pada kepala sperma lebih besar dari setengah ukuran kepala sperma.

Setiap orang tentu akan menghasilkan sperma yang dalam bentuk abnormal. Jumlah spermatozoa yang tidak didukung dapat dikaitkan dengan jumlah yang sehat. Ini dianggap sangat masuk akal selama sperma yang sehat yang berenang dengan benar.

Teratozoospermia adalah istilah yang dikenal sebagai morfologi. Gangguan sperma kemungkinan disebabkan oleh hal yang sama dengan anomali sperma. Masalah pada sperma tidak memiliki evaluasi yang sedikit subyektif. Untuk jumlah yang bervariasi ini dapat berada dalam sampel sperma yang sama.

Jika ditemukan bahwa hanya bentuk sperma yang abnormal, sedangkan seluruh parameter sperma selalu dalam batas wajah, kesuburan pria dianggap normal atau masuk akal. Pria yang memiliki gangguan Cendrung ini memiliki lebih banyak kesulitan ketika mereka ingin memiliki keturunan.

Namun, itu tidak dapat hanya disimpulkan, tentu saja, kesulitan-kesulitan ini disebabkan oleh bentuk sperma atau faktor yang disebabkan oleh berbagai bentuk sperma.

  1. Kelainan gerakan sperma (motilitas)

Motilitas ialah presntase sperma yang bergerak supaya tidak terjadi fertilitasi, sperma harus berenang ke saluran reproduksi kewanitaan untuk dibuahi sel telur. Kemampuan berenag pun sangat penting. Mengacu pada cara sperma yang berenang, motilitas terdiri dari dua jenis, yakni:

  • Motilitas progresif, yakni saat sperma berenang di sebagian besar garis lurus ataupun lingkaran besar.
  • Motilitas non-progresif, yakni sperma bisa bergerak namun hanya sapat berenang dalam lingkaran terbatas.

Gerakan yang dapat dilakukan hanya dalam getaran atau gerakan di tempat dan bepergian di zigzag sehingga mereka tidak dapat mencapai reproduksi feminitas. Laki-laki yang dianggap sebagai motilitas yang masuk akal jika 40% dari serangkaian gerakan sperma dan setidaknya 32% harus berenang dalam gerakan maju atau dalam lingkaran besar.

Tes pada persentase spermatozoa dapat bergerak. Spermatozoa diartikan tidak sehat jika sperma ini tidak dapat bergerak kurang dari 32%. Gangguan sperma ini dapat disebut asthenozoospermie. Beberapa faktor yang dapat disebabkan adalah penyakit tertentu, obat-obatan, kurangnya nutrisi atau cara hidup yang tidak sehat.

Motion dan kelainan gerak dapat terjadi bahkan jika jumlah spermatozoa yang dimiliki memiliki peringkat banyak, dan dapat menyebabkan masalah kesuburan. Sebaliknya, jika jumlah spermatozoa rendah, tetapi motilitasnya relatif baik dengan 60% atau lebih gerakan sperma, maka masalah kesuburan tidak perlu khawatir.

 

Gangguan sperma yang lainnya

Ada beberapa gangguan sperma yang lainnya harus kamu ketahui, yakni:

  1. Sperma menjadi kuning

Perubahan warna sperma kuning karena masalah sperma dan jutaan spermatozoa karena banyak faktor dapat membuat perubahan sperma. Warna kuning tidak harus menunjukkan gangguan sperma. Jika ejakulasi terjadi tak lama setelah buang air kecil, kemungkinan akan merasakan hal yang sama karena bercampur dengan urin. Kamu harus berhati-hati karena warna kuning dapat disebabkan oleh leukocytospermie.

  1. Cairan sperma seperti agar-agar

Tekstur sperma akan berubah ketika Anda mengalami ejakulasi. Cairan sperma ini seperti itu seperti jeli, ketika terpapar udara akan dingin dan berubah lebih cair dalam beberapa menit. Kamu seharusnya tidak perlu khawatir tentang kelebihan karena itu bukan gangguan sperma.

Namun, ada beberapa aspek yang membuat bentuk sperma seperti agar-agar dan berdampak pada kualitas kesehatan sperma, yakni:

  • Ketika tubuh tidak mempunyai cairan, sperma bisa lebih tebal dan gumpalan.
  • Infeksi di area genital yang meningkatkan produksi sel darah putih. Ini mempengaruhi pengurangan sperma.
  • Hormon yang tidak seimbang.

 

  1. Sperma tak keluar ketika ejakulasi

Ketika pria mencapai orgasme, tubuh harus keluarkan sperma yang berisi cairan melalui Mr.P. Namun, ternyata beberapa orang menderita masalah ejakulasi menyebabkan spermatozoa tidak keluar. Bahkan, tubuh menunjukkan tanda-tanda orgasme seperti kontraksi otot. Berikut adalah beberapa anomali atau gangguan dengan sperma yang tidak keluar, seperti:

  • Ejakulasi tertunda
  • Ejakulasi retrograde.
  • Orgasme kering
  • Hipogonadisme

 

Pengobatan untuk gangguan sperma

Jika kamu mempunyai gangguan sperma yang sudah dijelaskan diatas, sebaiknya segera cepat ditangani dengan dokter spesialis agar dapat disembuhkan dengan cepat. Kamu dapat mendatangi Klinik Pandawa yang berada di Jayakarta tepatnya Gedung Baja atau hubungi terlebih dahulu untuk lakukan reservasi ke nomor 021-62313337 atau 0821-1141-0672 (telepon/SMS/WA) atau kamu bisa terlebih dahulu Konsultasi Online GratisKami akan sangat menjaga kerahasiaan kamu untuk melakukan pengobatan di Klinik Pandawa.