Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Gangguan Hormon Bisa Timbulkan Berbagai Macam Penyakit

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

ganguan hormon

Gangguan Hormon – Sahabat Pandawa, hormon mempunyai berbagai peran di dalam tubuh manusia. Zat kimia ini diproduksi karena sistem endokrin dalam tubuh yang berfungsi untuk bantu kendalikan hampir semua fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme, sampai reproduksi.

Setiap bagain dari tubuh manusia mempunyai masing-masing dungsinya. Mereka saling bekerja sama satu lain untuk kelangsungan hidup manusia. Sedikit gangguan saja, maka pasti muncul gangguan kesehatan yang kemudian harus kamu lakukan pengobatan supaya tak mengganggu aktivitas keseharian.

Salah satu hal yang memungkinkan kamu abaikan ialah hormon, padahal bila terjadinya gangguan hormone sedikit saja seperti jumlahnya yang tidak seimbang, maka tbuh kamu akan merasakan dampaknya. Jadi, jika kamu mengalami gangguan hormone bisa timbulkam penyakit yang tidak bisa kamu sepelkan.

Ganguan hormone dalam tubuh berpotensi timbulkan sejumlah penyakit, tergantung hormone ataupun kelenjar apa yang alami gangguan. Misalnya, jika gangguan terjadi pada kelenjar adrenal, kamu bisa alami masalah pada tekanan darah, metabolisme, serta fungsi ginjal.

 

Penyakit yang Mungkin Terjadi Akibat Gangguan Hormon

Hormone mempunyai oeran yang sangat penting dalam menunjang fungsi tubuh secara keseluruhan. Adanya gangguan hormon kemungkinan memicu munculnya banyak penyakit, seperti:

  1. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme ialah kondisi yang menyebabkan munculnya ada masalah pada kelenjar tiroid. Kelenjar ini merupakan penghasilan hormone tiroid. Hipotiroidisme mengakibatkan tubuh tak bisa memproduksi hormone tetraiodothyronine (T4) and triiodothyronine (T3) dalam jumlah yang sesuai. Padahal, kedua hormone ini berfungsi untuk mengatur metabolism tubuh. Gejala hipotiroidisme sendiri antara lain, seperti:

  • Tubuh gampang letih
  • Tubuh gampang kedinginan
  • Susah buang air besar (konstipasi)
  • Kulit kering
  • Berat badan meningkat
  • Otot lemah
  • Suara serak
  • Nyeri sendi
  • Rambut menipis
  • Detak jantung lambat
  • Memori lemah
  • Depresi
  • Pembesaran kelenjar tiroid

Sejumlah factor diklaim jadi “biang keladi” dari terjadinya tidak seimbang hormone satu ini, seperti gangguan autoimun, terapi kanker, sampai mengkonsumsi obat-obatan khusus.

  1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme ialah kebalikkan dari hipotiroidisme. Dalam kondisi ini, kelenjar titoid justru memproduksi hormone tiroid (T3 dan T4) terlalu banyak. Wanita lebih umum alami masalah hormone yang satu ini disbanding dengan laki-laki. Ciri-ciri hipertiroidisme anatara lain terdiri dari:

  • Meningkatnya nafsu makan
  • Gampang gugup serta gelisah
  • Tidak gampang berkonsentrasi
  • Badan mulai letih
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Sulit tidur
  • Tubuh terasa gatal
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Kepala sering pusing
  • Siklus haid tidak teratur

Penyakit graves ialah penyebab dari hipertiroidisme paling sering terjadi. Salah satu gejalanya ialah mata menonjol sampai terlihat melotot. Selain itu, gangguan hormon ini juga dipengaruhi oleh jumlah factor risiko, salah satu keturunan (genetic)

  1. Penyakit Addison

Pada tubuh, terdapat kelenjar adrenal. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi hormon kortisol dan aldosterone. Saat kelenjar adrenal tak bisa produksi kedua hormone tersebut secara cukup, hal ini memicukan penyakit Addison. Dilansir dari National Health Service (NHS), penyakit ini mengakibatkan tidak seimbang hormone yang biasanya dialami oleh orang pada rentang usia 30-50 tahun dan lebih sering menyerang wanita disbanding dengan laki-laki. Gejala penyakit Addison, antara lain:

  • Tubuh terasa lelah
  • Otot lemah
  • Gangguan suasana hati
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Sering merasa haus
  • Kram
  • Kepala pusing

Belum bisa dipastikan penyebab dari gangguan hormon ini. Namun, para ahli menduga hal ini mungkin saja berkaitan dengan gangguan kekebalan tubuh dan penyakit tuberkulosis (TBC).

  1. Hipopituarisme

Penyakit selanjutnya ialah hipopituarisme. Penyakit ini terjadi saat kelenjar pituitary tak bisa memproduksi hormone secara cukup. Hal ini dihasilkan karena kelenjar tersebut berfungsi untuk mengatur kinerja kelenjar dan organ yang lainnya, yaitu kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, testis, serta ovarium. Gejala ini biasanya akan menandakan, antara lain:

  • Gampang haus
  • Sakit perut
  • Tidak nafsu makan
  • Sembelit
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Sensitif terhadap dingin
  • Berat badan menurun
  • Nyeri otot
  • Penurunan gairah seks
  • Disfungsi ereksi (impotensi)
  • Gangguan kesuburan
  • Siklus haid tidak lancar

Penyebab penyakit ini mempunyai berbagai macam, seperti tumor didekat kelenjar pituitari, pengobatan kanker, riwayat operasi kelenjar pituitari, penyakit TBC, penyakit meningitis, serta perdarahan di kelenjar pituitari.

  1. Gigantisme

Gigantisme ialah gangguan hormon yang biasanya terjadi saat kelenjar pituitary banyak yang memproduksi hormon pertumbuhan, alias growth hormone (GH). Akibatnya, seseorang jadi mempunyai perawakan tubuh yang lebih besar dari idealnya. Selain perawakan tubuh, penderita penyakit akibat tidak seimbang hormon alami pembesaran organ-organ di dalam tubuhnya. Gejala yang lainnya, ialah:

  • Telat pubertas
  • Kulit berminyak
  • Kulit mudah berkeringat
  • Radang sendi (arthritis)
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah tinggi
  • Gigi berjarak

Baca Juga : Awas Gangguan Testosteron Dapat Turunkan Hasras Seksual, Kenali Penyebabnya

  1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome (PCOS) ialah gangguan hormon yang buat wanita memproduksi hormon pria lebih banyak disbanding dengan hormon wanita sendiri. Tidak seimbang hormon yang terjadi lantas timbulkan sejumlah gejala, yaitu:

  • Siklus menstruasi tidak teratur
  • Perdarahan
  • Menimbulkan jerawat
  • Berat badan meningkat
  • Kulit berubah warna menjadi lebih gelap
  • Sakit kepala
  • Tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh seperti wajah, punggung, dada, sampai perut

Sampai saat ini, dokter belum bisa memastikan apa penyebab PCOS pada wanita, terlepas dari sejumlah faktor risiko seperti keturunan (genetik), resistansi insulin, serta peradangan tubuh.

  1. Sindrom Cushing

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, sindrom Cushing ialah kondisi saat tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol. Hormon kortisol dikenal dengan hormon stres. Maksudnya, hormon ini akan keluar ketika tubuh kita alami stres. Hormon ini biasanya berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah, gula darah, peradangan, serta mengubah makanan jadi energi. Sindrom Cushing ditandai dengan sejumlah gejala, yaitu:

  • Peningkatan berat badan
  • Lengan dan kaki mengecil
  • Otot lemah
  • Muncul stretch mark di beberapa bagian tubuh seperti payudara, lengan, dan perut

Biasanya, sindrom ini dikarenakan konsumsi obat untuk atasi sejumlah penyakit seperti asma, rheumatoid arthritis, serta lupus, dalam jangka panjang.

 

Kapan harus periksa ke dokter?

Kamu lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter jika alami gejala yang mengarah pada gangguan hormone yang sudah dijelaskan diatas, terutama bila gejala tersebut sudah berlangsung cukup lama.  Guna memastikan apa jenis masalah hormon yang kamu derita, dokter akan lakukan sejumlah pemeriksaan seperti:

  • Rekam riwayat medis (anamnesis)
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah
  • Tes urine
  • Rontgen
  • USG
  • CT Scan
  • MRI

 

Cara mengobati gangguan hormon

Penanganan gangguan hormone tergantung dari macam-macamnya. Jika tidak seimbang, hormone sebabkan hipotiroidisme, dokter akan meresepkan sejumlah obat-obatan untuk merangsang produksi hormon kelenjar tiroid.

Sementara untuk masalah hormon yang disebabkan oleh adanya tumor, dokter mungkin akan menyarankan operasi pengangkatan tumor sebagai solusinya. Itu sebabnya, dokter perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menentukan metode pengobatan.

Jika kamu mengalami sudah cukup lama, sebaiknya lakukan pemeriksaan di Klinik Pandawa. Kamu dapat menghubungi kami melalui nomor 0821-1141-0672 WA/TLP/SMS atau klik KONSULTASI GRATIS