Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Endometriosis, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Endometriosis

Pernahkah kamu mendengar penyakit endometriosis? Penyakit ini ialah penyakit yang mempengaruihi 10 sampai 15 persen perempuan di usia reproduktif di seluruh belahan dunia. Penyakit ini sering dianggap remeh sehingga membuat pengidapnya alami nyeri yang sangat hebat saat menstruasi.

Endometriosis ini diartikan sebagai kondisi tumbuhnya jaringan sel baru di luar rahim. Jaringan tersebut paling sering tumbuh pada organ panggul lainnya, seperti ovarium, saluran tuba, ligament yang menopang rahim, bahkan kandung kemih.

Karena jaringan endometriosis mirip dengan endometrium, cara kerjanyapun tidak jauh berbeda, yakni bisa menebal, luruh dan berdarah pada setiap siklus menstruasi. Lama-kelamaan, karena tak mempunyai ‘tempat’ untuk keluar, jaringan yang luruh jadi terperangkap dan menyebabkan peradangan, pembentukan jaringa parut, kista, serta nyeri yang sangat hebat saat menstruasi.

Yuk, kita simak lebih lanjut mengenai penyakit endometriosis yang menyebabkan nyeri saat menstruasi di bawah ini.

 Baca juga: Penis Bengkok Saat Ereksi Normal atau Tidak? Begini Mengatasinya

Mengenal Endometriosis

Endometriosis yakni masalah ketika jaringan yang membuat lapisan dalam dinding rahim yang berkembang di luar rahim. Jaringan yang disebutkan oleh endometrium ini dapat dikembangkan di ovarium, usus, tuba fallopi (saluran telur), vagina atau direktrum (bagian akhir dari usus yang dihubungkan oleh anus).

Saat sebelum haid, endometrium ini hendak menebal ke berbagai tempat buat melekatkan sel telurnya yang telah dibuahi. Bila tidak dalam situasi berbadan dua, endometrium itu akan gugur, setelah itu dari badan bagaikan darah haid.

Pada permasalahan penyakit ini, jaringan endometrium di luar rahim itu pula hendak menebal, namun tidak bisa gugur dari keluar dari badan, hal ini dapat memunculkan keluhan perih hingga dapat menimbulkan kemandulan.

 

Gejala Endometriosis

Gejala yang paling utama dari penyakit ini ialah nyeri hebat saat menstruasi di bagian perut bawah dan sekitar panggul, yang berhubungan dengan menstruasi. Walaupun umumnya wanita bakal rasakan sakit saat haid, tetapi sakit pada perempuan dengan endometriosis akan terasa lebih akut, serta bisa bertambah bersamaan berjalannya durasi.

Gejala lain dari endometriosis, yakni:

  • Kram di bagian perut sampai dua pecan selama haid
  • Volum darah yang berlebihan saat haid
  • Nyeri di punggung bagian bawah selama haid
  • Pendarahan diluar siklus haid
  • Dispareunia
  • Nyeri pada saat BAB dan Kencing
  • Diare, kembung, mual, sembelit, dan mudah lelah selama haid
  • Mandul

Anda harus tahu bahwa tingkat keparahan rasa sakit ini tidak menunjukkan tingkat keparahan endometrium. Sejumlah wanita yang mengalami endometrium ringan mungkin merasakan sakit parah. Sebaiknya, wanita dengan endometriosis akut mungkin terasa sedikit atau tidak merasa sakit sama sekali.

 

Penyebab endometriosis

Belum dikelathui apa yang penyebab dari penyakit endometriosis. Walaupun begitu, para ahli menduga penyakit ini pemicunya dari beberapa kondisi ini, antara lain:

Retrograde menstruation. Retrograde menstruation yakni situasi di mana gerakan darah haid berputar arah. Dalam suasana ini, darah haid tidak mengalir keluar dari badan lewat Miss V, namun memasuki rongga panggul lewat Fallopi Tuba (saluran ovarium). Sel- sel endometrium dalam darah haid pada awal mulanya hendak melekat pada dinding panggul serta permukaan organ panggul. Sel- sel itu kemudian akan lalu berkembang, menebal, serta menimbulkan perdarahan sepanjang siklus haid.

Kendala sistem imunitas badan. Terdapat dugaan kalau ada kegagalan sistem imunitas badan, alhasil tidak bisa menghancurkan sel endometrium yang dengan cara keliru berkembang di luar kandungan.

Pergantian sel yang belum matang. Sel yang tidak matang bisa jadi sel endometrium, salah satunya diakibatkan oleh hormone estrogen.

Pergantian sel peritonium. Sel peritonium merupakan sel yang menyelimuti bagian dalam perut. Diprediksi sel peritonium bisa berganti jadi sel endometrium apabila dipengaruhi hormon ataupun sistem imunitas badan.

Perpindahan sel endometrium. Sel endometrium bisa berpindah ke bagian badan lain lewat darah ataupun sistem limfatik.

Prosedur operasi. Operasi caesar serta histerektomi bisa menimbulkan sel endometrium melekat di zona bekas sayatan.

 

Faktor Risiko Endometriosis

Para pakar meyakini kalau ada sebagian aspek yang bisa tingkatkan resiko seseorang perempuan alami endometriosis. Di antaranya ialah:

  • Perempuan yang berumur antara 25 serta 40 tahun.
  • Memiliki endometrium pada ibu, bibi ataupun kerabat wanita.
  • Tidak pernah melahirkan
  • Anomali rahim alami
  • Mempunyai situasi khusus yang bisa halangi jalur darah menstruasi
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Mulai haid pada umur yang amat dini.
  • Masa mesntruasi terlalu singkat, contohnya, kurang dari 27 hari.
  • Pengalaman menopause pada umur yang lebih berumur dari batas yang masuk akal.

 

Komplikasi Endometriosis

Endometriosis yang dibiarkan bertumbuh tanpa diatasi bisa menimbulkan sebagian komplikasi, seperti:

Gangguan kesuburan ataupun infertilitas

Endometriosis bisa menutupi tuba falopi, alhasil membatasi sel telur bertemu dengan mani. Pada kasus yang tidak sering terjadi, penyakit ini bisa mengganggu sel telur serta mani.

Sepertiga sampai separuh penderita endometriosis dikenal mengidap kendala kesuburan. Walaupun begitu, perempuan dengan endometriosis enteng hingga sedang masih berpeluang buat berbadan dua. Dokter akan menyarankan pengidap tidak menunda buat mempunyai anak, sebelum kondisinya makin sungguh- sungguh.

Kanker ovarium

Beberapa riset membuktikan kalau resiko terkena kanker ovarium (indung telur) sedikit bertambah pada pengidap penyakit ini. Tidak hanya kanker ovarium, perempuan dengan riwayat endometrium pula beresiko terkena kanker endometrium, walaupun amat tidak sering terjadi.

Adhesi

Jaringan endometrium bisa membuat beberapa alat tubuh saling menempel. Sebagai contoh, kandung kemih serta usus bisa menempel ke rahim.

Kista ovarium

Kista ovarium merupakan kantung bermuatan larutan yang berkembang pada ovarium. Situasi ini terjadi apabila jaringan endometrium terdapat di dalam ataupun di dekat ovarium. Pada beberapa permasalahan, kista bisa membengkak serta memunculkan perih akut.

Baca juga: Selaput Darah Robek, Atasi dengan Hymenoplasty (Operasi Keperawanan)

Pengobatan Endometriosis

Jika kamu ingin melakukan pengobatan endometriosis, kamu dapat mendatangi Klinik Pandawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Klinik kami mempunyai dokter ahli untuk atasi berbagai macam penyakit kulit dan kelamin. Klinik kami terletak di daerah Jakarta Pusat.

Sebelum kamu mendatangi Klinik Pandawa, kamu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kami di nomor 0821-1141-0672/ 021-62313337/ Whatsapp / SMS/ telp atau bisa mengklinik Konsultasi Online Gratis. Kami dengan senang hati melayani Anda. Tentunya kami akan menjaga privasi kamu.