Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Awas, Kelainan Seksual (Parafilia) Sering Ditemukan di Masyarakat Sekitar

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

kelainan seksual

Sahabat Pandawa, hubungan intim merupakan kebutuhan biologi dari setiap makhluk hidup yang ada di dunia. Dengan melakukan hubungan intim maka bisa mendapatkan banyak manfaat, seperti menghilangkan stress atau juga dapat menghasilkan buah hati. Namun, apakah kamu tahu jika dalam hal seks ada beberapa fantasi seksual yang cukup “beda” dari yang lainnya atau kelainan seksual?

Fantasi dalam dunia hubungan intim yang antimainstream ini sering juga disebut dengan paraphilia atau bahasa yang lebih dikenal kelainan seksual. Paraphilia ini yakni ketertarikan ataupun orientasi intim seseorang menyimpang dari hubungan intim yang wajar. Biasanya masalah ini banyak terjadi pada setiap pasangan saat ini.

Berbagai jenis paraphilia mungkin terdengarnya asing bagi kamu yang baru saja membaca artikel ini. Sebut saja masokis, eksibionis, dan pedofilia. Yups, memang beberapa jenis paraphilia ini sangat menganggu dan dapat merugikan bagi sebagian orang.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah topic yang berhubungan dengan sex education, yakni paraphilia atau kelainan seksual. Kita akan mengulas dari pengertian parafili dan juga jenis-jenis masalah paraphilia yang sering terjadi. Maka dari itu, sebaiknya kamu membaca artikel ini sampai habis agar bisa mendapatkan informasi yang lebih bermanfaat.

 

Apa itu parafilia?

Parafilia adalah suatu kondisi gairah seksual di mana kepuasan seseorang bergantung pada fantasinya dan terlibat dalam satu perilaku seksual yang tidak normal dan ekstream. Paraphilia ini dianggap gangguan ataupun kelainan seksual dan menimbulkan keresahan ataupun mengancam untuk melukai orang lain.

Paraphilia mungkin berputar di sekitar objek tertentu (anak-anak, hewan, hingga pakaian dalam) atau perilaku tertentu (menyebabkan rasa sakit, mengekspos diri sendiri), tetapi dibedakan dengan memperhatikan objek atau perilaku sedemikian rupa. Biasanya gangguan ini jauh lebih sering terjadi pada pria ketimbang wanita.

 

Jenis-jenis kelainan seksual parafilia

Parafilia memasuki gangguan emosional yang mencakup sikap, dorongan, ataupun fantasi yang bisa menimbulkan gangguan psikologis. Ini karena hasrat intim berubah terus menerus dan intens. Disfungsi seksual ini tidak dapat dianggap ringan karena akan berakibat parah pada pengidapnya. Untuk membuat diagnosis, mereka wajib melibatkan spesialis yang berkompeten di bidangnya masing- masing.

Tahapan diagnostik umumnya mencakup riwayat kesehatan, tes urine laboratorium, serta pemeriksaan fisik. Ahli setelah itu melakukan pengecekan serta menganalisa riwayat ataupun gejala gangguan kejiwaan buat tujuan identifikasi.

Terdapat sebagian jenis kelainan seksual parafilia, berikut merupakan beberapa di antara lain:

  • Pedophilic disorder (pedofilia)

Kelainan seksual ini ditandai dengan gangguan berupa dorongan intim, fantasi, ataupun sikap yang intens dan terus menerus, menyebabkan anak- anak( biasanya umur 13 tahun ke bawah) jadi pelampiasan hasrat seksual. Mayoritas orang yang mengidap kelainan seksual ini merupakan pria.

Faktornya bisa jadi karena penyalahgunaan obat, depresi, penyakit penyerta termasuk ketakutan, serta disfungsi keluarga. Perawatan yang dikira lumayan efisien buat penderita meliputi tahapan psikoterapi, pemberian obat antiandrogen serta obat khusus untuk penyakit penyerta.

  • Sexual masochism disorder (masokisme)

Sebelumnya, gangguan intim masokisme seringkali berhubungan dengan istilah sadisme. Tipe kelainan seksual ini ditunjukkan dengan fitur kepuasan intim saat disiksa ataupun dipermalukann saat berhubungan intim. Seorang bisa dibilang sempat hadapi penyimpangan intim jenis ini bila alami tanda- tanda khusus dalam waktu 6 bulan.

Gejala termasuk perilaku intim yang mengaitkan tindakan kekerasan seperti penghinaan, pemukulan, ataupun perbudakan, serta fantasi seksual yang intens dan terus- menerus. Penelitian di Australia menemukan kalau 2, 2% laki- laki dan 1, 3% perempuan melakukan penyimpangan intim masokis dalam satu tahun. Tentu saja, penderita menginginkan penyembuhan buat meminimalkan kemungkinan terburuknya.

  • Sexual sadism disorder (sadism)

Tipe kelainan penyimpangan intim ini terasa puas saat menganiaya orang lain dengan cara seksual. Diagnosis sadisme umumnya berjalan selama 6 bulan ataupun lebih, terjadi dalam kondisi darurat, menimbulkan disfungsi dalam berbagai aspek kehidupan, serta lalu terpuaskan pada saat orang lain alami penderitaan fisik ataupun psikologis. Ketika kondisi ini menjadi patologis, itu jadi permasalahan yang serius.

Di Amerika Serikat, permasalahan sadisme pengaruhi antara 1% dan 2% populasi. Pemicu seseorang mengidap kelainan seksual, bagi peneliti, kuncinya merupakan aspek biologis yang ada pada tes neuropsikologis dan neurologis. Umumnya, penderita dirawat dengan anti- androgen serta pengobatan perilaku buat mengendalikan gairah seksual.

  • Exhibitionistic disorder (eksibionisme)

Tipe kelainan seksual ini ditandai pada saat seseorang mencapai kebahagiaan dengan mengekspos alat kelaminnya buat menghasilkan efek syok serta terkejut pada korbannya. Gejala umumnya bekerja atas dorongan hati pada orang yang terganggu, sering berfantasi, mengakibatkan dorongan intim, dan perilaku terjadi dalam waktu minimun 6 bulan.

Penderita dengan gangguan eksibisionis umumnya timbul saat sebelum umur 18 tahun. Diperkirakan angka prevalensinya berkisar antara 2% hingga 4% dari populasi biasa. Diprediksi sebagian aspek seperti riwayat antisosial, gangguan karakter, serta kecenderungan memerhatikan seks anak( pedofil) ialah resiko yang bisa jadi pemicu penyimpangan intim ini. Dengan cara keseluruhan, tipe pengobatan ini mempunyai kecocokan dengan gangguan seksual yang lain, ialah psikoterapi serta pengobatan.

  • Voyeuristic disorder (gemar mengintip)

Gangguan voyeuristik ditandai dengan tercapainya antusiasme seksual saat mengamati orang tanpa busana ataupun aktivitas intim. Nama lainnya ialah “The Peeker.” Seseorang dibilang alami gangguan ini bila rutin melakukan kegiatan selama lebih dari 6 bulan pada umur 18 tahun ke atas. Elemen rahasia observasi menandai jenis kelainan seksual voyeuristik.

Penyembuhan yang dapat diserahkan pada penderita umumnya berbentuk psikoterapi. Bila Kamu merasa menginginkan pemeliharaan lebih lanjut, Kamu pula bisa membagikan antidepresan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) yang bertugas pada neurotransmitter serotonin.

Perihal ini terkait dengan aspek resiko, yang diprediksi ialah riwayat kelam seperti pelecehan seksual masa anak- anak, penyalahgunaan narkoba, ketertarikan intim yang tidak pas serta hiperseksualitas.

  • Frotteuristic disorder (menggesek kemaluan di tempat publik)

Dalam tipe gangguan terestrial ini, seseorang jadi terangsang secara seksual pada saat mereka menggesekkan alat kelaminnya pada orang lain di tempat umum sedangkan korbannya tidak fokus.

Gejala khususnya termasuk fantasi buas serta perilaku seksual di depan umum lewat ketertarikan pada bokong orang lain. Dalam dunia kedokteran, gangguan seksual ini memerlukan penanganan oleh layanan kesehatan jiwa profesional.

  • Fetishtic disorder (fetish terhadap sesuatu)

Fetishisme merupakan kelainan seksual yang amat membutuhkan benda mati. Sebagian contoh benda mati seperti pakaian, sepatu ataupun pakaian dalam. Apalagi pengidap dapat mengubah orang dengan benda itu saat berhubungan seks.

Kondisi yang pula terkait dengan masalah ini merupakan partialisme. tanda- tandanya merupakan penderita fetis mudah terangsang cuma dari bagian badan atipikal tidak hanya alat kelamin, contohnya seperti tangan, kaki, ataupun bokong.

Tanda- tanda khusus umumnya timbul dalam jangka waktu 6 bulan ataupun lebih dan membuat benda mati seperti pakaian perempuan (dalam fetishisme transvistic) dan alat yang memicu alat kemaluan taktil( vibrator).

 

Baca juga: Kulit Menebal dan Gatal? Jangan Sepelekan Gangguan Kulit Ini

 

  • Transvestic disorder (gemar memakai pakaian lawan jenis)

Pada dasarnya fetish dan transvestic disorder mempunyai hubungan. Kelainan seksual ini mewakili pria heteroseksual yang lebih memilih mengenakan pakaian wanita untuk kebahagiaan seksual. Awalnya, crossdressing (menggunakan pakaian lawan jenis) bersifat pribadi, tetapi dengan metode bertahap jadi semakin nampak.

Sebagian banci pula alami autogynephilia, rangsangan intim berdasarkan citra diri mereka sebagai seorang perempuan.

Gangguan ini pastinya memerlukan penindakan lewat psikoterapi serta kelompok dukungan sosial buat meningkatkan fungsi seksual normal. Pengobatan khusus berupa psikoterapi, pemberian obat SSRI dan obat anti androgen serta estrogen.

 

Pegobatan Tepercaya

Bagi Sahabat Pandawa yang ingin berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kelainan seksual kamu maka kamu dapat konsultasi online gratis terlebih dahulu dengan dokter professional kami. Silahkan klinik link KONSULTASI ONLINE GRATIS. Kamu bisa juga menghubungi kami melalui Whatsapp atau nomor berikut 0821-1141-0672/ 021-62313337. Segala rahasia medis terjamin. Kami tunggu kamu di KLINIK PANDAWA.