Gedung Baja Tower B, Jl. Pangeran Jayakarta No. 55. Jakarta Pusat 10730

Hubungi
+62 8211 1410 672

Senin - Sabtu : 10:00-20:00 WIB
Minggu : 12:00-20:00 WIB

Awas Gangguan Testosteron Dapat Turunkan Hasras Seksual, Kenali Penyebabnya

Rating
5/5
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

gangguan testosteron

Selain perempuan yang dipenuhi dengan hormon, laki-laki juga mempunyai hormon untuk bekerja penting bagi tubuh. Hormon pada manusia paling sering di kenal, hormon testosteron. Hormon ini memiliki pengaruh pada keinginan seks, pelatihan otot, resistensi tubuh dan perubahan karakteristik gender pria pada pubertas. Saat usia tua, hormon pria ini dapat berkurang. Dan beberapa pria tidak menjalankan gangguan testosteron, menyebabkan pengurangan kegembiraan seksual.

Penyebab gangguan testosteron pada laki-laki juga banyak. Bagi Sahabat Pandawa yang mempunyai penurunan keluhan hasrat, kamu harus perhatikan artikel di bawah ini. Siapa tahu, kami dapat membantu Anda mengatasi keluhan ini.

 Baca juga : Cemas Akibat Sperma Berkurang? Ternyata Ini Penyebab Sperma Sedikit (Oligospermia)

Gangguan Testosteron

Sebuah keadaan di mana jumlah ataupun kadar hormon alami gangguan, baik alami penurunan bahkan kelebihan alias tidak wajar disebut sebagain gangguan testosteron.

Hormon pada pria ini adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dengan fungsinya meliputi kinerja anabolik steroid, pengaturan libido, sistem kekebalan tubuh, dan perlindungan osteoporosis atau tulang keropos.

Disisilain, hormon ini juga dikenal dengan fungsinya menjaga tubuh dalam hal mempertahankan protein dan pertumbuhan otot-otot, tulang, serta kulit.

Normalnya pada tubuh pria kadar hormon testosteron ini dikisaran 250-1100 ng/dL dengan kadar rata-rata 680 ng/dL (nanogram per desiliter). Dari ahli lain juga menunjukkan kadar hormon yang baik untuk pria berkisar 400-600 ng/dL.

Hormon ini bisa terus naik selama masa puber dan mencapai puncaknya saat pria berumur sekitar 20 tahun. Sedangkan bila sudah berusia 30 tahun ke atas, kadar ini otomatis berkurang setiap tahunnya sekitar satu persen. Maka, bila berusia 65 tahun lebih, kadar hormon pada pria ini bisa berada di kisaran 300-450 ng/dL.

 

Penyebab Gangguan Testosteron

Penyebab utama gangguan testosteron yaitu penyakit hipoganadisme. Walau punya berbagai macam pemicu lain, rata-rata gangguan ini seringnya dipicu oleh penyakit hipoganadisme tersebut. Dimana ada terbagi dua kategori seperti:

  • Hipoganadisme primer. yakni, sebabkan akibat testis yang kurang aktif karena trauma, faktor keturunan ataupun kondisi medis. Misalnya bengkak pada testis (orchitis), testis tidak turun, cedera testis, hemokromatosis, sindrom Klinefelter, serta dampak pengobatan kanker yang bisa merusak testis seperti kemoterapi ataupun radiasi.
  • Hipoganadisme sekunder. Gangguan ini muncul akibat rusaknya hipotalamus atau kelenjar pituitari, dimana sebagai sistem pengendali produksi hormon testis pada bagian otak. Penyebab lainnya yaitu faktor usia yang terus bertambah, alami obesitas atau faktor berat badan berlebih, stres jangka panjang, faktor efek samping operasi maupun konsumsi obat-obatan tertentu.

Gangguan testosteron juga bisa dipicu oleh karena diabetes tipe 2, gangguan tiroid, kelenjar pituitary, efek samping obat, dan genetik. Pengobatan dan dosis cukup lama dilakukan, maka semua hormon anabolik dipakai untuk terapi substitusi androgen dan bisa memicu maskulinisasi.

 

Ciri dan Gejala Gangguan Testosteron

Pria yang alami gangguan hormon testosteron kemungkinan juga merasakan bermacam-macam gejala. Gangguan ini sendiri bisa dialami oleh karena alami kenaikan atau turunnya jumlah hormon testosteron yang tidak wajar.

Di bawah ini merupakan ciri-ciri yang timbul dari gangguan testosteron akibat penurunan kadar hormon testosteron, meliputi:

  • Hilangnya kekuatan tubuh.
  • Gangguan ereksi.
  • Turunnya libido dan hilangnya hasrat seksual.
  • Kekuatan otot tubuh berkurang.
  • Sering ngantuk sesudah makan.
  • Sering rasakan lesu dan capek.
  • Rambut Kamu akan rontok (selain di kepala).
  • Berat badan berlebih.

Selain alami penurunan jumlah atau kadar hormon dalam tubuh, peningkatan jumlah hormon testosteron pun memicu gangguan. Jumlah hormon yang berlebihan dalam tubuh pun bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Sebut saja seperti kulit berjerawat, kulit lebih berminyak, jumlah hemoglobin dan sel darah merah naik, serta testis mengecil.

 

Diagnosis

Salah satu cara dokter mendiagnosis pengidap gangguan testosteron akan dilakukan beberapa pengecekan fisik seperti melihat kondisi ukuran testis, bulu-bulu di kelamin, maupun massa otot. Sisi lain, juga bisa dijalankan dengan pengecekkan darah untuk melihat tingkat testosteron dalam darah.

Dokter ahli akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila hasil pengecekan sebelumnya menunjukan kadar testosteron lemah pada tubuh. Dimana berguna untuk menemukan penyebab apakah gangguan testosteron ini terjadi akibat gangguan testis atau disebabkan oleh pituitary gland atau kelenjar di bawah otak yang memiliki bentuk tak wajar.

Adapun beberapa aspek pemeriksaan yang bisa dilakukan, diantaranya

  • Periksa hormon pada tubuh.
  • Periksa cairan semen di tubuh mereka yang terkena dampak.
  • Periksa kelenjar bawah (pituitary imaging)
  • Periksa faktor genetik dan riwayat keluarga.
  • Biopsi di testis.

 

Pencegahan Gangguan Testosteron

Adapun yang bisa kamu lakukan sebagai pencegahan gangguan testosteron bisa dengan berbagai langkah di bawah ini, meliputi:

  • Ubah gaya hidup sehat dan olahraga rutin.
  • Hindari minuman keras.
  • konsumsi makanan sehat dan bergizi.
  • Mengurangi atau merokok sama sekali karena rokok menyebabkan kadar testosteron dalam penurunan tubuh.
  • Menjaga tidur dan istirahat, karena kelelahan juga bisa menjadi pemicu gangguan testosteron.
  • Hindari stres dengan kesenangan dan hal-hal yang produktif.

 

Kapan harus ke dokter?

Apabila salah satu Sahabat Pandawa merasakan keluhan pada organ vital atau gairah seks berkurang, sebaiknya cepat diskusikan bersama dengan dokter ahli. Sebab bila terus dibiarkan tanpa penanganan maka tentu merusak hubungan pasangan hingga masalah kesehatan tubuh.

Kini kamu tak perlu khawatir lagi, kamu bisa buat janji atau berkonsultasi gratis bersama dokter Klinik Pandawa. Hubungi di nomor 0821-1141-0672 WA/TLP/SMS atau klik KONSULTASI GRATIS