Vaksin Herpes Zoster

Vaksin Herpes Zoster

Sharing is caring!

Apa Peran Vaksinasi Dalam Pencegahan Herpes Zoster

Peran vaksinasi dalam pencegahan herpes zoster – merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster pada pasien yang pernah terinfeksi. Penyakit ini ditandai dengan vesikel-vesikel di suatu dermatom ganglia spinalis atau kranialis, tempat virus tersebut dorman; dan nyeri radikuler yang intensif di daerah lesi. Insidens herpes zoster menigkat berbanding lurus dengan pertambahan usia.

Salah satu komplikasi tersering dan serius adalah neuralgia pascaherpetika, yaitu nyeri yang menetap setelah 3 bulan lesi herpes zoser sembuh, atau lebih dari 120 hari sejak pertama kali munculnya lesi herpes zoster. Neuralgia pascaherpetika dapat menetap selama bertahun-tahun, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menurunkan kualitas hidup. Penggunaan obat antivirus dapat mengurangi beratnya gejala dan durasi, akan tetapi tidak dapat mencegah timbulnya neuralgia pascaherpetika. Analgetika sering tidak adekuat untuk mengatasi neuralgia pascaherpetika. Sering timbulnya efek samping pada orang tua turut membatasi penggunaan obat-obat tersebut. Vaksinasi herpes zoster menjadi strategi efektif untuk mengurangi insidens herpes zoster serta komplikasinya.

VAKSIN HERPES ZOSTER

Vaksin herpes zoster yang tersedia di Indonesia mengandung virus varicella-Zoster (VZV) strain oka/merck hidup yang telah dilemahkan. Dosis pemberian adalah sebanyak satu vial (0,65 mL) mengandung 19,400 plaque forming units [PFU] VZV, secara subkutan di region deltoid. Vaksin ini tidak boleh diberikan secara intramuskuler ataupun intravena. Vaksin herpes zoster tidak diindikasikan untuk pengobatan herpes zoster ataupun neuralgia pascaherpetika.

Rekomendasi

Beberapa lembaga kesehatan di dunia telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin herpes zoster dan target populasi. Advisory committee for immunization practices (ACIP) bekerja sama dengan centers for disease control and prevention (CDC) pada tahun 2014 merekomendasikan pemberian vaksin herpes zoster secara rutin pada setiap pasien berumur diatas 60 tahun, meskipun U.S. food and drug administration (FDA) memberikan lisensi vaksin tersebut untuk setiap pasien berumur diatas 50 tahun. Rekomendasi ini didasarkan pada hasil studi pada kelompok usia tersebut, epidemiologi herpes zoster, dan analisis biaya.

Hingga kini, ACIP masih merekomendasikan pemberian vaksin herpes zoster hanya satu kali pemberian, rekomendasi ini akan dievaluasi ulang jika ada data tambahan mengenai durasi efektivitas vaksin herpes zoster. Rekomendasi ACIP tersebut sejalan dengan rekomendasi beberapa Negara lain, seperti kanada, korea, Thailand, dan Australia. Di Indonesia, satgas imunisasi dewasa perhimpunan Dokter spesialis penyakit dalam Indonesia (PAPDI) pada tahun 2013 merekomendasikan pemberian vaksin herpes zoster untuk semua individu berusia 60 tahun ke atas. Pada tahun 2014, rekomendasi tersebut diperbaharui, vaksin herpes zoster sekarang diindikasikan untuk semua individu berusia 50 tahun ke atas dengan atau tanpa riwayat herpes zoster.

Vaksinasi Untuk Pencegahan Herpes Zoster

Klinik Pandawa menyediakan layanan kesehatan medis yang mempunyai peran vaksinasi dalam pencegahan herpes zoster atau menangani masalah penyakit seputar andrologi, ginekologi, bedah kecil, Pengencangan – operasi selaput dara, kulit & kelamin. Jika Anda mempunyai pertanyaan seputar penyakit yang anda rasakan, Anda bisa menghubungi kami di 021-62313337 atau 081386357864. Kunjungi kami, alamat : Gedung Baja lantai GF2 Tower B jalan Pangeran Jayakarta no.55 kelurahan Mangga Dua Selatan kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*