Jika Anda aktif secara seksual, Anda mungkin pernah terinfeksi HPV (Human Papillomavirus) setidaknya satu kali dalam hidup Anda. Kebanyakan kasus HPV tidak menunjukkan gejala dan akan mati dengan sendirinya. Namun dalam kasus lainnya, HPV dapat bertahan dalam tubuh dan mengakibatkan infeksi membahayakan. Oleh karena itu digalakkanlah program vaksin HPV oleh pemerintah untuk mencegah beragam perwujudan infeksi HPV. Selain kanker serviks, ternyata vaksin ini juga bisa mencegah penyakit kelamin. Namun, seberapa efektif?

Vaksin HPV adalah salah satu langkah pencegahan risiko penularan kutil kelamin

Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang menyebar melalui hubungan seks tanpa pengaman. Ada berbagai jenis HPV. Sekitar 40 jenis HPV menyebar dengan mudah melalui kegiatan seksual.

Beberapa jenis virus HPV dapat menyebabkan kutil kelamin. Anda bisa tertular ketika menyentuh alat kelamin pasangan seks yang memiliki kutil, baik dengan tangan maupun lewat kontak cairan tubuh pembawa virus, seperti cairan vagina atau air mani. Maka dari itu, vaksin HPV mencegah penularan kutil kelamin yang menyebar lewat hubungan seksual.

Namun vaksin HPV tidak dapat mencegah jenis-jenis penyakit kelamin lain yang disebabkan oleh bakteri (klamidia, gonorea, dan sipilis), parasit (trikomoniasis), dan virus lainnya (hepatitis B, herpes genital, HIV, zika). Vaksin HPV hanyalah berfungsi untuk mencegah infeksi HOV, yang bisa berupa kanker serviks atau kutil kelamin. Untuk mencegah risiko berbagai penyakit kelamin dari penyebab lainnya, tetap diperlukan cara lain.

Lantas, apa yang harus saya lakukan untuk mencegah penularan penyakit kelamin?

Vaksin HPV adalah langkah pencegahan spesifik hanya untuk mencegah penularan satu penyakit kelamin, yaitu kutil kelamin yang disebabkan oleh infeksi HPV. Sebenarnya masih ada banyak cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual secara lebih luas dan menyeluruh. Misalnya:

1. Melakukan hubungan seks yang aman

Penting bagi Anda untuk selalu melakukan hubungan seks yang aman. Pakai kondom dengan cara yang tepat (jangan didobel; jangan dipakai berulang kali) dan tidak bergonta-ganti pasangan seks. Dental dam juga bisa Anda gunakan sebagai perlindungan selama seks oral. Selain itu, pastikan juga bahwa pasangan Anda memang tidak memiliki virus tertentu di dalam tubuhnya.

2. Mendapatkan vaksin untuk virus lainnya

Tak cukup hanya mendapatkan vaksin HPV, Anda juga harus mendapatkan vaksin hepatitis B dan hepatitis A. Vaksin HPV sudah bisa didapatkan sejak Anda berusia 12 tahun, sementara vaksin hepatitis B bisa diberikan sejak baru lahir. Vaksin hepatitis A baru boleh diberikan pada anak-anak yang berusia lebih dari 1 tahun. Untuk mengetahui kapan dan apa jenis vaksin yang sebaiknya Anda miliki agar terhindar dari penyakit seks menular, sebaiknya konsultasikan pada dokter di Klinik Pandawa yang ahli terhadap kasus-kasus penyakit yang erat kaitannya dengan masalah Penyakit kelamin, Kulit, Bedah umum, dan Perawatan organ reproduksi pria (Andrologi), wanita (Ginekologi) perempuan, orang tua, atau orang muda termasuk anak-anak. Segera Konsultasikan masalah anda di Telp/WA : 082139745279 | Hotline : 021-62313337