Penyakit kelamin, atau yang dalam bahasa medis disebut infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, termasuk lewat penetrasi vagina, seks oral, dan seks anal.

Jika tidak secepatnya ditangani, penyakit kelamin dapat meningkatkan risiko ketidaksuburan Anda, bahkan menyebabkan beberapa jenis kanker. Penyakit kelamin dapat menular antar pria dan wanita, antar wanita, maupun antar pria. Seorang wanita hamil atau menyusui juga bisa menularkan infeksi menular seksual pada bayinya. Selain itu, beberapa jenis penyakit kelamin membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi HIV.

Penting untuk selalu memeriksakan diri ke Klinik Pandawa yang mempunyai dokter dan Tim Medis ahli dan berpengalaman yang beralamat di

Jln Pangeran Jayakarta No.55, Gedung Baja Lt GF2 Tower B, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Mangga Dua Sel., Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730

Konsultasi Online gratis di Telp/WA : 0821 3974 5279 | Hotline : 021-62313337

terutama jika kehidupan seksual Anda tergolong aktif, pernah melakukan hubungan seks tanpa pengaman, atau Anda berpikir Anda berisiko terhadap penyakit menular seksual. Sadari setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Anda, sekecil apapun itu. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Kenapa saya perlu tes penyakit kelamin?

Kunjungan rutin ke ginekologi bukan berarti otomatis Anda akan menjalankan tes infeksi menular seksual. Jika Anda berpikir Anda membutuhkan tes ini minta secara spesifik kepada dokter Anda. Bicarakan mengenai kekhawatiran Anda dan tes apa yang ingin Anda jalani.

Jangan merasa segan untuk membicarakan hal ini dengan dokter Anda. Dokter telah bersumpah untuk bertanggung jawab dalam perawatan Anda dengan tidak menghakimi dan menjaga kerahasiaan pasien. Mereka adalah orang yang harus Anda tuju untuk mengobati infeksi Anda. Dokter juga bisa memberikan konsultasi lanjutan tentang cara mengurangi risiko Anda di kemudian hari.

Tes juga penting, karena beberapa penyakit menular seksual tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga Anda tak akan menyadari bahwa Anda telar tertular, sampai penyakitnya sudah telanjur parah.

Berikut ini adalah sejumlah panduan tes infeksi menular seksual untuk penyakit tertentu.

Untuk klamidia dan gonore

Screening untuk klamidia dan gonore direkomendasikan satu tahun sekali. Siapa saja yang harus meminta screening?

  • Anda adalah wanita yang aktif secara seksual, berusia di bawah 25 tahun.
  • Anda wanita berusia lebih dari 25 tahun dan berisiko mengidap penyakit kelamin (misal, Anda berganti partner seksual atau memiliki partner seksual lebih dari satu).
  • Anda seorang pria, pernah berhubungan seks dengan pria lain.
  • Anda mengidap HIV.
  • Anda pernah terlibat dalam aktivitas seksual atas dasar paksaan.

Screening khusus klamidia dan gonore dilakukan melalui tes urin atau uji seka pada penis atau di dalam rahim, yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Untuk HIV, sipilis, dan hepatitis

Screening khusus HIV direkomendasikan untuk dilakukan setidaknya satu kali seumur hidup, termasuk dalam check-up rumah sakit rutin, mulai dari usia 15-65 tahun. Orang-orang yang lebih muda diharuskan menjalankan screening jika mereka berada pada risiko yang sangat tinggi terhadap penyakit kelamin. Screening HIV dilakukan setiap tahun jika Anda berisiko tinggi terhadap infeksi.

Siapa saja yang perlu menjalankan screening HIV, sipilis, dan hepatitis?

  • Terdiagnosis positif mengidap penyakit kelamin lain, yang berarti Anda berisiko lebih besar terhadap penyakit lainnya.
  • Memiliki partner seksual lebih dari satu orang sejak screening terakhir Anda.
  • Menggunakan narkotika suntik.
  • Anda seorang pria, dan pernah berhubungan seks dengan pria lain.
  • Anda sedang hamil, atau merencanakan kehamilan.
  • Anda pernah terlibat dalam aktivitas seksual atas dasar paksaan.

Screening sipilis dilakukan dengan uji darah atau swab test dari sampel jaringan genital Anda. Screening HIV dan hepatitits hanya membutuhkan uji darah.

Untuk herpes genital

Herpes adalah infeksi virus yang mudah ditularkan bahkan jika orang tersebut tidak menunjukkan gejala apapun. Hingga saat ini belum ada screening spesifik untuk mendeteksi herpes, namun dokter mungkin melakukan biopsi (sampel jaringan) dari kutil atau luka lecet yang mungkin Anda miliki, untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Hasil tes negatif bukan berarti Anda tidak memiliki herpes yang menjadi penyebab lecet pada area genital Anda.

Uij darah juga mungkin direkomendasikan, namun hasilnya tidak selalu akurat. Beberapa uji darah bisa membedakan antara dua tipe utama herpes, namun hasilnya tidak bisa konklusif, tergantung dari tingkat sensitivitas dan stadium infeksi yang Anda alami. Hasil tes yang mengecoh tetap bisa terjadi.

Untuk HPV

Beberapa tipe human papillomavirus (HPV) bisa mengakibatkan kanker rahim, sementara jenis lainnya bisa menyebabkan kutil kelamin. Orang-orang yang terinfeksi HPV bisa saja tidak menunjukkan tanda dan gejala sama sekali. Virus ini umumnya hilang dalam dua tahun sejak kontak pertama.

Screening HPV untuk pria belum tersedia. Biasanya HPV pada pria didiagnosis dari pemeriksaan visual oleh dokter atau biopsi dari kutil genital. Sedangkan untuk wanita, screening HPV termasuk:

  • Pap test, untuk memeriksa adanya pertumbuhan sel abnormal di dalam rahim. Pap test direkomendasikan dilakukan oleh wanita setiap tiga tahun sekali mulai usia 21 – 65 tahun.
  • HPV test, sebagai tes tindak lanjut bagi wanita berusia 30 tahun ke atas setelah Pap test, dan dilakukan setiap lima tahun sekali jika Pap tes sebelumnya tergolong normal. Wanita berusia 21-30 tahun akan disarankan HPV test jika mereka menunjukkan hasil abnormal pada Pap test terakhir.

HPV juga dikaitkan dengan kanker vulva, vagina, penis, anus, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Vaksin bisa melindungi wanita dan pria dari beberapa jenis HPV, namun akan hanya efektif jika diberikan sebelum memulai aktivitas seksual.

Jika saya terbukti positif, apakah penyakit kelamin bisa diobati?

Untuk beberapa tipe infeksi menular seksual, pengobatan mungkin melibatkan konsumsi rutin antibiotik resep atau melalui suntikan oleh dokter.

Penyakit tertentu, seperti herpes atau HIV/AIDS, tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikelola dengan pengobatan dan terapi ekstensif untuk mencegah infeksi meluas ke bagian tubuh lainnya atau menyebar kepada orang lain.

Selain itu, terbukalah dengan partner seksual Anda mengenai penyakit Anda. Pasangan Anda juga perlu mendapatkan pemeriksaan, karena mungkin infeksi bisa berpindah dari Anda ke pasangan, dan sebaliknya. Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penyebaran infeksi lebih lanjut.