HPV adalah singkatan dari Human Papilloma Virus, yaitu sekelompok virus yang menginfeksi kulit dan lapisan membran lembap di seluruh tubuh dan menumbuhkan kutil. Contohnya, leher rahim (serviks), anus, serta mulut dan tenggorokan.

Ada lebih dari 100 tipe virus ini, namun hanya sekitar 30 jenis yang dapat mempengaruhi alat kelamin dan kira-kira 40 tipe yang dapat masuk ke tubuh melalui hubungan seksual. Sementara beberapa jenis lain dari virus HPV dapat menimbulkan kanker serviks.

Infeksi HPV muncul ketika virus tersebut masuk ke dalam tubuh penderita, umumnya melalui sayatan, abrasi, atau luka kecil pada kulit. Virus ini ditularkan melalui kontak fisik dengan penderita.
Infeksi kelamin akibat HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Jika wanita hamil mengalami infeksi HPV, kutil dapat membesar dan semakin banyak selama masa kehamilan. Kutil juga dapat menular apabila seseorang menyentuh kutil penderita atau benda yang telah tersentuh kutil tersebut.

Faktor yang Mempertinggi Risiko HPV

Ada sejumlah risiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi ini. Di antaranya meliputi:

  • Memiliki pasangan seksual lebih dari 1 orang.
  • Terjadi kerusakan kulit. Bagian kulit yang terkelupas atau terluka lebih rawan menjadi area munculnya kutil.
  • Kontak personal. Menyentuh kutil seseorang atau tidak menggunakan pelindung tubuh saat menyentuh benda yang terekspos virus ini, dapat meningkatkan risiko penularan.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh. Orang dengan sistem imun yang lemah berisiko lebih besar terkena infeksi HPV.
  • Pengaruh usia. Kutil kebanyakan muncul pada anak-anak, sedangkan kutil kelamin sebagian besar terjadi pada remaja dan dewasa.

Apa Saja Gejala HPV?

Infeksi HPV dapat menimbulkan kutil atau bahkan kanker serviks. Namun biasanya infeksi ini akan diatasi oleh sistem kekebalan tubuh sebelum munculnya kutil.
Bila sampai muncul kutil, bentuknya akan berbeda-beda karena tergantung pada jenis virus yang menginfeksi tubuh. Sejumlah jenis kutil akibat infeksi ini adalah:

  • Kutil umum yang terlihat seperti benjolan dengan permukaan kasar. Jenis ini biasanya muncul di tangan, jari, atau siku.
  • Kutil flat yang berbentuk seperti benjolan dengan bagian atas yang terlihat rata. Biasanya berwarna lebih gelap dari di kulit sekitarnya. Kutil jenis ini dapat muncul pada bagian tubuh mana pun.
  • Kutil kelamin. Jenis ini akan terlihat seperti lesi datar atau benjolan kecil. Selain di bagian vulva (bibir vagina) dan penis, kutil ini juga dapat muncul di sekitar anus, skrotum, leher rahim, atau di dalam vagina.
  • Kutil plantar yang biasanya keras dan berwarna keabuan. Lokasi munculnya adalah pada tumit.
BACA JUGA

Jika dicurigai menderita infeksi HPV, dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosis pada pasien yang berupa:

  • Tes pap smear. Dokter akan mengambil sampel sel-sel leher rahim atau vagina untuk diteliti di laboratorium. Tes ini juga dapat menunjukkan kondisi tidak normal yang bisa menjadi tanda awal kanker.
  • Tes DNA. Selain memeriksa sel-sel dari leher rahim, tes ini akan meneliti ada atau tidaknya DNA dari HPV yang bisa memicu kanker serviks. Sebagai tambahan tes pap semar, tes DNA ini dianjurkan bagi wanita berusia 30 tahun ke atas.
  • Tes asam cuka. Cairan asam cuka akan dioleskan pada bagian alat kelamin yang terinfeksi. Diagnosis dianggap positif jika bagian tersebut berubah menjadi putih.

Jika menemukan tanda di atas, segeralah konsultasikan ke dokter. Makin cepat ditangani, masalah kesehatan yang ada akan makin mudah diobati.

Klinik Pandawa didirikan dengan berbadan hukum PT. PANDAWA MITRA MEDIKA dengan ijin NOMOR. 3/B.6.0/31.71.02/-1.779.3/2017. Operasional dari PTSP DKI Jakarta Pusat dan Dinas Kesehatan Jakarta Pusat. Klinik Pandawa ini didirikan oleh beberapa orang dokter yang berpengalaman, serta ahli terhadap kasus-kasus penyakit yang erat kaitannya dengan masalah Penyakit kelamin, Kulit, Bedah umum, dan Perawatan organ reproduksi pria (Andrologi), wanita (Ginekologi) perempuan, orang tua, atau orang muda termasuk anak-anak.