Berikut ini Beberapa Penyakit Menular Seksual akibat bakteri adalah

Sifilis

Sifilis atau raja singa adalah Penyakit Menular Seksual yang disebabkan oleh infeksi Bakteri Treponema pallidum. Munculnya lesi atau luka pada alat kelamin atau pada mulut adalah Gejala awal sifilis atau raja singa. Luka ini mungkin tidak terasa sakit, tapi sangat mudah untuk menularkan infeksi. Perlu diperhatikan bahwa lesi sangatlah menular Sentuhan sedikit saja dengan lesi dapat mengakibatkan seseorang tertular.

BACA JUGA

Jika Sifilis atau raja singa tidak ditangani di Klinik Pandawa, Infeksi ini akan berlanjut ke tahap yang berikutnya dalam 4-10 minggu setelah lesi hilang. Pada tahap selanjutnya gejala Sifilis atau raja singa yang mirip dengan flu seperti demam, nyeri pada persendian, dan sakit kepala akan muncul.

Jika dibiarkan berlarut-larut Infeksi sifilis atau raja singa bisa bertahan di dalam tubuh selama beberapa tahun tanpa menimbulkan gejala apapun.

Untuk memastikan diagnosis sifilis atau raja singa, tes darah bisa dilakukan di Klinik Pandawa. Terkadang gejala yang muncul sulit dikenali sebagai penyakit sifilis atau bukan, Oleh karena itu segera lakukan tes darah di Klinik Pandawa jika mencurigai diri berisiko terkena sifilis.

Gonore atau kencing nanah

Bakteri Neisseria gonorrhoeae adalah penyebab Penyakit Gonore atau kencing nanah dan termasuk Penyakit Menular Seksual. Pada sipenderita GO atau kencing nanah tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga bisa tidak diketahui sama sekali jika dirinya terkena infeksi. Bila menimbulkan gejala, pada penderita GO atau kencing nanah dapat ditemukan:

Gejala gonore pada pria

  • Pada ujung penis keluar cairan berwarna putih, kuning, atau hijau.
  • Rasa sakit atau perih saat buang air kecil
  • Peradangan pada ujung penis
  • Terkadang ditemukan rasa sakit di sekitar buah zakar.

Gejala gonore pada wanita

  • Cairan vagina yang encer dan berwarna kuning atau hijau.
  • Sering buang air kecil.
  • Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah pada saat berhubungan seksual atau setelahnya.
  • Perdarahan pada saat berhubungan seks atau setelahnya, atau perdarahan berlebihan ketika mengalami menstruasi.
  • Gatal di sekitar kelamin.

Infeksi GO atau kencing nanah juga bisa berdampak pada bagian tubuh lain bila terjadi kontak dengan sperma atau cairan vagina. Bagian tubuh lain yang beresiko terkena GO atau kencing nanah adalah rektum, mata, dan tenggorokan.

Diagnosis di Klinik Pandawa untuk memastikan apakah Anda terkena infeksi GO atau kencing nanah adalah dengan melakukan tes urine pada pria dan pemeriksaan cairan vagina pada wanita. Selain itu, pengambilan sampel nanah dari bagian yang terinfeksi juga bisa dilakukan.

Jika tidak ditangani dengan baik gonore atau kencing nanah bisa menyebabkan kemandulan, Segera Kunjungi Klinik Pandawa.

Chlamydia

Chlamydia adalah jenis penyakit seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang paling sering terjadi. Seseorang yang terkena infeksi tidak akan merasakan gejala sama sekali sehingga penularan bisa saja terjadi tanpa disadari si penderita. Pada sebagian orang, chlamydia bisa menimbulkan gejala, seperti:

Gejala chlamydia pada wanita

  • Cairan vagina tidak seperti biasanya.
  • Perih atau rasa sakit saat buang air kecil.
  • Menstruasi yang banyak.
  • Perdarahan diluar siklus haid.
  • Sakit saat melakukan hubungan seksual.
  • Nyeri di perut bagian bawah

Gejala chlamydia pada pria

  • Pada ujung penis keluar cairan berwarna jernih atau putih
  • Sakit pada saat buang air kecil
  • Rasa gatal atau panas sekitar lubang penis
  • Rasa sakit diikuti pembengkakan di sekitar buah zakar

Untuk menganalisa penyakit klamidia bisa dengan cara tes urine atau pengambilan sampel cairan dari area yang terkena infeksi.

Pengobatan infeksi ini adalah dengan cara mengonsumsi antibiotik. Pastikan untuk menghabiskan obat yang sudah diresepkan oleh dokter Klinik Pandawa. Meski kondisi terasa sudah membaik. Segera kunjungi Klinik Pandawa yang ahli dan berpengalaman untuk pengambilan sampel air kencing pada alat kelamin sekali lagi setelah pengobatan selesai, hal ini untuk memastikan infeksi benar-benar telah sembuh.

Infeksi chlamydia juga bisa menyerang rektum, tenggorokan, atau mata. Jika tidak dirawatdengan benar, Infeksi ini dapat menyebabkan kemandulan baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, klamidia juga bisa menyebabkan kehamilan ektopik (kondisi ketika pembuahan sel telur terjadi di luar rahim). Terkena Infeksi ini juga bisa ditularkan saat melahirkan dan menyebabkan bayi bisa mengalami infeksi mata atau paru-paru. Pada pria, chlamydia bisa menyebabkan peradangan pada saluran kencing, infeksi pada kandung kemih dan epididimitis serta infeksi pada rektum.

Chancroid

Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyl. Bisul kecil di alat kelamin akan muncul setelah 1-14 hari seseorang terinfeksi chancroid. Sehari setelahnya, benjolan akan berubah menjadi luka. Selain kemunculan luka, sebagian orang yang terkena infeksi chancroid (ulkus mole) akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di bagian selangkangan. Pada sebagian orang, Pembengkakan ini bisa berkembang menjadi abses.

Tidak ada test darah khusus untuk chancroid. Ulkus Mole biasanya dianalisa dengan melihat luka yang muncul, pembengkakan kelenjar, dan melakukan beberapa test pemeriksaan untuk menyingkirkan Penyakit Menular Seksual lainnya. Pengobatan bisa dilakukan di Klinik Pandawa yang memiliki dokter serta Tim Medis ahli dan berpengalaman dengan pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi. Untuk abses kelenjar getah bening, prosedur drainase dengan jarum atau operasi kecil bisa dilakukan.

Kutil Kelamin

Kutil kelamin atau kutil genital atau juga kondiloma akuminata adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai human papillomavirus (HPV). Terdapat 40 tipe Human papillomavirus atau HPV yang dapat menyerang alat kelamin, tetapi sebagian besar kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11. Kutil kelamin atau kondiloma akuminata adalah kutil yang muncul di sekitar alat kelamin atau di area dubur. kondiloma akuminata mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tapi biasanya akan muncul rasa gatal-gatal, memerah dan terkadang bisa berdarah. Pada beberapa penderita, Kutil kelamin atau kutil genital bisa tumbuh bergerombol dan kemudian terlihat seperti kembang kol.

Kutil kelamin dapat muncul setelah beberapa bulan bahkan tahunan setelah terkena infeksi human papillomavirus (HPV). Bahkan pada kebanyakan orang, kondiloma akuminata tidak muncul sama sekali meskipun telah terinfeksi. Kutil dapat juga muncul pada mulut atau tenggorokan orang yang melakukan seks oral.

Penyebaran virus ini tidak hanya melalui hubungan seksual. human papillomavirus (HPV) bisa menyebar melalui kontak langsung dari kulit ke kulit. Untuk memastikan diagnosis apakah terdapat kutil kelamin, dokter Klinik Pandawa yang ahli dan berpengalaman akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian yang terinfeksi. Dan juga dilakukan test khusus untuk mendiagnosis human papillomavirus (HPV) dengan memeriksa Miss V bagian dalam atau saluran kencing pada pria.

Tidak ada pengobatan atau penanganan yang bisa melenyapkan virus HPV dari tubuh sepenuhnya. Kutil yang muncul di area kelamin atau dubur bisa ditangani dengan prosedur pembekuan, terapi laser, atau memakai krim. Operasi juga bisa dilakukan untuk mengangkat kondiloma akuminata yang besar.

Meskipun tidak ada pengobatan untuk human papillomavirus (HPV), Kutil kelamin atau  kondiloma akuminata bisa dicegah dengan memberikan vaksin HPV. Sangat penting untuk diketahui bahwa vaksin HPV tidak dapat mencegah seluruh tipe HPV segera Konsultasikan dengan dokter dengan berkunjung ke Klinik Pandawa jenis vaksin HPV yang cocok dengan kebutuhan anda.

Segera Kunjungi Klinik Pandawa yang memiliki dokter ahli dan berpengalaman serta Tim Medis yang handal dan Juga memiliki Fasilitas yang lengkap dan parkiran yang luas. Konsultasi Online gratis di Telp/WA : 0813 9812 6569 | Hotline : 021-62313337

 


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”