Angka kejadian penyakit hepers genital (herpes simpleks) setiap tahun selalu meningkat. Penyakit herpes genital (herpes kelamin) ini lebih banyak menyerang wanita daripada laki-laki. Hal ini dikarenakan banyak orang yang terkontaminasi virus herpes simpleks (HSV tipe 1 dan 2) tidak menyadari dimana belum tampak gejala klinis yang signifikan. Disamping itu angka kejadian penyakit herpes genital ini meningkat dikarenakan faktor hubungan seksual yang bebas dan gontaa-ganti pasangan tanpa pengaman. Apakah penyakit herpes genital (herpes kelamin) ini berbahaya ? Apa saja bahayanya ? Bagaimana penularannya ? Bagaimana mencegah dan mengobatinya ? Apakah bisa disembuhkan ?

 

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Penyakit Herpes Genital (Herpes Simpleks) ?

Herpes genital atau herpes kelamin atau herpes simpleks adalah salah satu penyakit menular seksual dan salah satu penyakit infeksi virus yang menyerang kelamin , mulut dan anus yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 dan 2. Virus herpes genital (herpes kelamin) ini paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Virus Herpes genital (herpes simpleks) ini dapat terjadi pada wanita dan laki-laki. Namun, wanita lebih berisiko terkena virus herpes genital ini dibandingkan laki-laki. Pada umumnya penularan terjadi pada wanita dan laik-laki yang aktif berhubungan seksual.

Ibu hamil yang terkena herpes genital (herpes simpleks) juga dapat menularkan penyakit herpes pada bayinya saat melahirkan normal. Bahkan bisa menimbulkan keguguran dan kelahiran bayi cacat.

Virus herpes simpleks (HSV 1 dan 2) dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui membran mukosa, seperti mulut, kulit, dan kelamin. Virus herpes genital ini sering menetap di tubuh manusia untuk jangka waktu yang lama tanpa menimbulkan keluhan. Orang yang terkena herpes genital (herpes kelamin) beresiko kambuh lagi empat hingga lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi. Oleh karena itu perlu pengobatan yang intensif dan pencegahan dengan pakai pengaman agar tidak menularkan pasangannya.

 

Apa Saja Gejala Herpes Genital (HerpesKelamin) ?

Beberapa gejala dari herpes genital (herpes kelamin) yang sering timbul adalah:

  • Nyeri atau gatal di alat kelamin atau bokong.
  • Timbul benjolan merah kecil atau lenting putih kecil.
  • Adanya luka yang terbentuk setelah lenting pecah.
  • Setelah luka sembuh akan terbentuk koreng.
  • Rasa nyeri saat buang air kecil.
  • Timbul gejala seperti flu, sakit kepala, nyeri otot, dan disertai demam.
  • Adanya pembengkakan kelenjar getah beningdi lipatan paha.

 

Apa Saja Faktor Resiko Orang Terkena Penyakit Herpes Genital (Herpes Kelamin) ?

Sebagian orang tidak mengetahui dan menyadari bahwa ia beresiko terkena penyakit herpes genital (herpes kelamin). Faktor-faktor resiko orang yang berisiko terkena herpes genital antara lain :

  1. Jenis kelamin

Wanita lebih mudah terinfeksi herpes genital dibanding dengan laki-laki. Hal ini mungkin  disebabkan daya tahan tubuhnya lemah dan menjadi korban. Disamping itu wanita lebih mudah mengalami stressor.

  1. Bergonta-ganti pasangan

Resiko akan meningkat ketika bergonta-ganti pasangan. Setialah hanya pada satu pasangan dan melakukan pemeriksaan secara teratur.

  1. Daya tahan tubuh yang lemah

Lemahnya daya tahan tubuh bisa membuat seseorang rentan terkena infeksi virus herpes simpleks (herpes genital).

 

Apa Saja Faktor Pencetus Kambuhnya Penyakit Herpes Genital ?

Banyak pasien yang mengeluh kenapa penyakit herpes genitalnya masih sering kambuh. Apakah penyakit herpes genital (herpes kelamin) ini bisa disembuhkan ?. Perlu diketahui bahwa beberapa faktor pencetus kambuhnya penyakit herpes genital (herpes kelamin) antara lain :

  • Mudah stress dan berkepanjangan.
  • Menderita penyakit lain yang erat kaitan dengan imun tubuh.
  • Menjalani pembedahan tertentu dan memerlukan transfusi darah.
  • Diet ketat dan defisiensi atau malnutrisi
  • Berhubungan seksual yang terlalu melelahkan dan sering.
  • Masih berhubungan seksual bebas gonta ganti pasangan tanpa pengaman.

 

Apa Saja Bahaya Dan Komplikasi Penyakit Herpes Genital (Herpes Kelamin) ?

Banyak orang tidak mengetahui akan bahaya dan komplikasi penyakit herpes genital (herpes simpleks) ini. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan dan edukasi dokter ke pasien dan sebaliknya. Penyakit herpes genital (penyakit herpes kelamin) ini merupakan penyakit silent killer juga perlahan namun pasti akan menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Cepat atau lambat penderita penyakit herpes genital (herpes kelamin) ini akan menimbulkan dampak atau komplikasi yang berbahaya. Bahaya dan komplikasi dari penyakit herpes genital (penyakit herpes kelamin) jika tidak di obati  dengan cepat dan benar antara lain :

  • Sebagian orang akan mengalami penurunan atau kelemahan ereksi
  • Sebagian orang akan mengalami gangguan ejakulasi atau ejakulasi dini
  • Sebagian akan mengalami ejakulasi tidak terkontrol
  • Bisa menimbulkan infertilitas
  • Adanya rasa sensasi nyeri dan panas berkepanjangan hilang timbul.
  • Gairah seksual menurun
  • Terkena infeksi saluran kemih
  • Wanita hamil bisa keguguran, kelahiran bayi cacat.

 

Bagaimana Pengobatan Penyakit Herpes Genital (Herpes Simpleks) di Klinik Pandawa?

Klinik pandawa merupakan klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin. Klinik Pandawa memiliki dokter ahli dan berpengalaman, memiliki fasilitas dan alat yang sangat memadai, modern dan lengkap. Klinik Pandawa banyak menangani pasien dengan kasus penyakit herpes genital (herpes kelamin) dan penyakit kelamin lainnya seperti penyakit sifilis (penyakit raja singa), penyakit gonore (penyakit kencing nanah), penyakit kutil kelamin (penyakit condiloma acuminata), dan lain-lain. Rata-rata semua pasien puas dengan pelayanan yang di lakukan oleh dokter klinik pandawa. Selama pengobatan tidak pernah ada masalah. Jika memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis pada dokter kami dengan cara hubungi No.hp/WA 081386357864. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”