Pernahkan anda mendengar tentang penyakit phimosis (fimosis)?. Penyakit phimosis (fimosis) biasanya terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. Biasanya banyak terjadi pada bayi atau anak-anak hingga mencapai usia 3 sampai 4 tahun. Sedangkan sekitar 1-5% kasus phimosis (fimosis) terjadi sampai pada usia 16 tahun. Normalnya penis tumbuh dan berkembang hingga usia 3-4 tahun.

Penyakit phimosis (fimosis) masih dianggap hal wajar dan tidak menimbulkan masalah selama terjadi saat masih bayi dan balita. Namun, jika kondisi ini menetap hingga anak sudah besar atau bahkan dewasa dengan menimbulkan gejala yang mengganggu (misalnya sulit  buang air kecil), maka diperlukan pertolongan secara medis secepatnya, sebelum menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih jauh.

 

Apa Itu Penyakit Phimosis (Fimosis)?

Penyakit phimosis (fimosis) adalah kelainan yang terjadi pada laki-laki yang belum disunat dimana kulup penis terlalu ketat dan tidak dapat ditarik ke belakang saat sedang ereksi. Kondisi ini biasa  terjadi pada anak berusia 2 sampai 6 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, kulup penis seharusnya mulai terpisah dari kepala penis secara alami, tetapi bagi beberapa anak, kulup penis masih belum dapat ditarik ke belakang hingga usia 17 tahun.

 

Gejala Penyakit Phimosis (Fimosis)

Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita dengan penyakit phimosis (fimosis) antara lain :

  • Penderita penyakit phimosis (fimosis) terkadang sulit untuk membersihkan kotoran di bawah kulup penis sehingga membuat penis rentan terkena infeksi
  • Kulit penis berwarna merah dan pecah-pecah
  • Timbul rasa nyeri dan bengkak
  • Sulit buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual dan kurang merasakan sensasi saat berhubungan seksual

 

Apa Saja Penyebab Penyakit Phimosis (Fimosis)?

  • Bawaan sejak lahir
  • Penderita diabetes
  • Penyakit diabetes membuat penderitanya rentan terkena infeksi yang dapat membentuk jaringan parut pada kulup, sehingga membuat kulit menjadi tidak lentur dan sulit ditarik
  • Adanya peradangan pada kepala penis (Balanitis)
  • Adanya peradangan pada kulup dan kepala penis (Balanoposthitis)
  • Infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual biasanya sering dialami pria dewasa
  • Penderita psoriasis
  • Lichen sclerosus (lesi pada kulup atau terkadang kepala penis)
  • Lichen planus (ruam gatal non-infeksi)
  • Eksim yang membuat kulit berwarna merah, gatal, pecah-pecah dan kering
  • Usia yang sudah tua menyebabkan berkurangnya kelenturan kulup sehingga sulit ditarik
  • Tarikan dan peregangan yang keras dapat membuat kulit kulup robek dan mengalami peradangan

 

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Phimosis (Fimosis)

Beberapa hal yang bisa membantu mencegah terjadinya penyakit phimosis (fimosis) antara lain :

  • Membersihkan penis setiap hari dengan air hangat setiap mandi
  • Menggunakan sabun yang tidak mengandung parfum
  • Hindari penggunaan talk atau deodoran pada penis
  • Tariklah kulup penis perlahan-lahan untuk membersihkan kulit di bawah kulup
  • Jangan menarik kulup dengan keras karena dapat menimbulkan nyeri dan luka

 

Bagaimana Pengobatan Penyakit Penyakit Phimosis (Fimosis) di Klinik Pandawa?

Klinik pandawa merupakan sebuah klinik yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin. Klinik Pandawa memiliki fasilitas dan alat yang sangat memadai, modern dan lengkap. Klinik Pandawa juga sudah banyak menangani pasien dengan penyakit penyakit phimosis. Rata-rata semua pasien puas dengan pelayanan yang di lakukan oleh dokter klinik pandawa. Jika memerlukan informasi dan pengobatan lebih lanjut silahkan berkonsultasi online gratis pada dokter kami dengan cara klik tombol Telp / WA / SMS pada tombol di web. Kami dengan senang hati melayani anda. Segala rahasia medis pasien terjamin.


Disclaimer: “Hasil pengobatan mungkin tidak persis sama karena tergantung situasi dan kondisi pasien”